Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ikatan Keluarga Mahasiswa Aceh Bireuen (IKMAB) Yogyakarta menggelar Musyawarah Besar (Mubes) II pada Sabtu, 25 April 2026, di aula Balee Gadeng, Sagan, Yogyakarta.
Mubes IKMAB II kala ini mengusung tema “Lam Mufakat Syedara Ta Peukong” yang berarti dalam mufakat saudara saling menopang.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga forum refleksi dan strategi bagi organisasi mahasiswa muda tersebut.
Rangkaian acara dimulai dengan kebersamaan memasak kuliner khas Bireuen seperti sie itek dan mie caluk.
Praktis kuliner ini menghadirkan nuansa kampung halaman dan mempererat persaudaraan sebelum forum inti dimulai.
Pada malam harinya, suasana beralih serius dengan evaluasi perjalanan organisasi serta perumusan arah gerak ke depan.
Ketua Panitia, Nawal Azka menegaskan, bahwa Mubes II adalah momentum reflektif sekaligus strategis, serta menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan tokoh yang mendukung.
Baca juga: Mubes HAMAS Deadlock, Ketua Panitia Tegaskan belum Ada Ketua Baru
Termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr Muslim, serta Anggota DPD Aceh, Tgk Nurdin M Juddon.
Ketua IKMAB Jogja, Khairil Anwar dalam sambutannya mengingatkan, bahwa organisasi ini baru berdiri pada 10 Maret 2025, namun telah berhasil membangun dukungan luas.
Ia berharap, kepemimpinan berikutnya mampu memperkuat jaringan dengan organisasi mahasiswa lain di Yogyakarta, sehingga lahir inovasi baru yang memperkokoh peran IKMAB.
Mubes II juga dihadiri perwakilan paguyuban mahasiswa Aceh lainnya.
Seperti Taman Pelajar Aceh (TPA), IKAMABAR, IKAMARA, serta Asrama Sabena. Kehadiran mereka menunjukkan solidaritas sekaligus potensi jaringan mahasiswa Aceh di Yogyakarta yang dapat menjadi kekuatan kolektif bila dikelola dengan baik.
Secara keseluruhan, Mubes II IKMAB Jogja menjadi lebih dari sekadar agenda formal.
Ia menjadi ruang uji bagi organisasi yang baru berusia satu tahun untuk membuktikan kemampuan merumuskan arah yang terstruktur dan progresif.
Baca juga: Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Terpilih Aklamasi dalam Mubes
Tantangan ke depan adalah memastikan hasil musyawarah tidak berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan dalam langkah nyata yang memperkuat eksistensi organisasi dan memberi manfaat bagi mahasiswa Aceh di Yogyakarta.(*)