TRIBUN-MEDAN.com - Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meminta kepada warga jangan takut tentang mitos gundul pringis.
Masinton Pasaribu mengungkapkan sosok gundul pringis menakut-nakuti warga.
Masinton menyinggung soal gundul pringis usai melakukan pengundian dan verifikasi hunian tetap di Aula Dinas Pendidikan Tapteng, Senin (27/4/2026).
Namun, penjelasan gundul pringis ini bukan yang sebenarnya.
Masinton mengkaitkan dengan kelakuan manusia yang mencoba merampas hak orang lain.
Katanya, masyarakat jangan mau diprovokasi oleh aksi gundul pringis di Tapteng.
"Kita kerja supaya masyarakat jangan terpengaruh dengan gundul pringis. Kalau istilah di Jawa gundul pringis itu setan gundul," kata Masinton.
Kebiasaan gundul pringis, lanjut Masinton, kerap menakut-nakuti warga khususnya di Tapteng yang kini sedang terjadi kisruh pendataan bantuan jaminan hidup (jadup).
"Dia tidak kelihatan tapi dia menakut-nakuti masyarakat. Inilah makna gundul pringis yang diambil filosofi dari Jawa tadi," ujarnya.
Baca juga: KARYAWAN TPL Resmi PHK Pada 12 Mei 2026, Disnaker Siap Tampung Pengaduan Soal Kendala Uang Pesangon
Baca juga: KARYAWAN TPL Resmi PHK Pada 12 Mei 2026, Disnaker Siap Tampung Pengaduan Soal Kendala Uang Pesangon
Masinton kemudian menjelaskan soal pendataan jadup bagi warga korban banjir di Tapteng. Katanya, pihaknya sedang melakukan pendataan agar tepat sasaran.
"Tahap satu ada sekitar 7.000, tahap dua hingga tahap tiga. Totalnya ada sekitar 23.000. Sepanjang datanya ada, nanti akan kami usulkan dan diverifikasi pusat" jelasnya.
Mitos Gundul Pringis
Sesuai dengan namanya, hantu gundul pringis berwujud seperti kepala tanpa tubuh yang menggelinding dan wajahnya terlihat meringis atau menyeringai.
Hantu ini konon kerap menampakkan dirinya pada waktu menjelang magrib, dengan cara menyaru sebagai buah kelapa yang jatuh.
Kisah penampakan yang lazim beredar di masyarakat biasanya berupa suara seperti buah kelapa jatuh, tetapi saat dilihat yang tampak adalah kepala manusia yang menggelinding dan menyeringai, yang kemudian menyerang atau menggigit orang yang melihatnya.
Ada juga kepercayaan bahwa gundul pringis bisa menjelma menjadi ayam yang berkeliaran pada malam hari.
(ase/tribun-medan.com)