Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar Menurut Islam: Lengkap dengan Niat dan Urutannya
Pipit Maulidya April 28, 2026 01:32 AM

SURYA.CO.ID - Setiap Muslimah setelah masa haid (menstruasi) berakhir wajib melakukan mandi besar atau mandi wajib.

Tanpa melakukan mandi wajib dengan benar, ibadah seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Qur'an tidak akan dianggap sah.

Lantas, bagaimana tata cara mandi wajib setelah haid yang sesuai dengan tuntunan syariat? Simak panduan lengkapnya di bawah ini.

1. Memastikan Masa Haid Telah Berhenti

Sebelum melakukan mandi wajib, pastikan darah haid benar-benar telah berhenti.

Tanda selesainya haid biasanya ditandai dengan keluarnya cairan putih jernih (qhassa al-bayda) atau kondisi kapas tetap bersih saat diusapkan ke area kewanitaan.

2. Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Segala amal ibadah dimulai dari niat. Niat mandi wajib boleh diucapkan di dalam hati maupun dilafalkan secara lisan.

Bacaan Niat Mandi Wajib Haid:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْحَيْضِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal haidi fardhan lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah Ta'ala."

3. Rukun Mandi Wajib

Menurut ajaran Islam, ada dua rukun (hal pokok) yang harus terpenuhi agar mandi wajib sah:

Niat (dilakukan saat air pertama kali menyentuh tubuh).

Meratakan air ke seluruh tubuh, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, tanpa terkecuali termasuk area-area tersembunyi.

4. Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Untuk mendapatkan pahala yang sempurna, Anda disarankan mengikuti urutan mandi wajib sesuai sunnah Rasulullah SAW berikut ini:

Mencuci Tangan: Basuhlah kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.

Membersihkan Bagian Intim: Bersihkan kemaluan dan area sekitarnya dari sisa darah atau kotoran menggunakan tangan kiri.

Mencuci Tangan Kembali: Bersihkan tangan kiri yang digunakan untuk membasuh kotoran tadi dengan sabun atau tanah.

Berwudhu: Lakukan wudhu secara sempurna seperti saat hendak menunaikan shalat.

Menyiram Kepala: Siramkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali hingga air meresap ke pangkal rambut/kulit kepala.

Meratakan Air ke Seluruh Tubuh: Guyur seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian ke sisi kiri. Pastikan bagian yang sulit terjangkau seperti pusar, ketiak, sela-sela jari kaki, dan telinga juga terkena air.

Gunakan Sabun dan Sampo: Meskipun intinya adalah air, penggunaan sabun dan sampo sangat dianjurkan untuk memastikan kebersihan maksimal.

Hal Penting yang Sering Terlupakan

Agar mandi wajib Anda sah secara syariat, perhatikan poin-poin berikut:

  • Lepas Ikatan Rambut: Jika rambut diikat terlalu kencang hingga air tidak bisa masuk ke pangkal rambut, maka ikatan tersebut harus dilepas. Namun, jika air tetap bisa meresap, menurut sebagian ulama tidak wajib dilepas.
  • Hapus Penghalang Air: Pastikan tidak ada cat kuku (kutek non-halal), lem, atau kotoran di bawah kuku yang menghalangi air menyentuh kulit atau kuku.
  • Perhatikan Lipatan Kulit: Area seperti belakang lutut, sela bokong, dan pusar harus benar-benar terbasuh.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.