WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kecelakan antara Kereta Api (Argo Bromo) dengan KRL terjadi di emplasemen Stasiun KA Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.
Diketahui sebelumnya KRL yang ditabrak KA Argo Bromo terlibat sempat terlibat kecelakaan aau tertemper taksi.
Akibat hal itu KRL tertahan dan tiba-tiba dihantam KA Argo Bromo.
Dalam tayangan Kompas TV, VP Public Relations PT KAI (Persero) Anne Purba di RSUD Bekasi menjelaskan bahwa untuk sementara tercatat ada 4 korban meninggal dunia yang semunya sudah dievakuasi ke rumah sakit.
Baca juga: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Putus Listrik Aliran Atas
Selain itu untuk korban luka yang dirawat di rumah sakit tercata ada 38 orang.
"Korban luka yang dievakuasi ada 38. Lalu tercatat yang meninggal 4 orang. Untuk sementara kami fokus pada korban dahulu," kata Anne.
Peristiwa tabrakan dua kereta ini juga ramai di bahas di media sosial.
Akun Instagram @siomay_ceu_iyung mengaku istrinya ada dalam kereta dan selamat.
Ia lalu menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan penuturan istrinya.
"Istri saya di krl itu, alhamdulillah selamat, krono nya gini, di palang pintu jalan ampera YANG DIJAGA AKAMSI, ada mobil(kemungkinan taxi karna katanya mobil warna biru/hijau mencolok) ketabrak krl dari arah cikarang, otomatis krl yg baru sampe st. Bekasi timur(dari arah st. Bekasi) ga bisa lewat dan ditahan di st. Bekasi timur," kata dia.
"Nah tiba2 itu krl dihantem dari belakang sama kereta jarak jauh. Loko kereta jarak jauh masuk ke gerbong wanita. Kemungkinan besar ada korban jiwa, karna beneran masuk 1 gerbong wanita... alhamdulillah istri saya selamat...," paparnya.
Kronologi yang nyaris sama juga diungkapkan akun Instagram @ig_raju.
"Kronologinya jadi di penyebrangan rel ampera dekat st. Bekasi timur taksi biru mogok di tengah penyebrangan rel dan kereta KRL dari arah cikarang menabrak taksi biru. Lalu kereta KRL di stasiun bekasi timur tertahan untuk ke cikarang, namun dari arah st. Bekasi ada kereta jarak jauh argo bromo sedang melaju dan lalu terjadilah tabrakn ke 2 di stasiun bekasi timur menabrak gerbong KRL wanita. Kemungkinan ada korban jiwa dan luka luka," katanya.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Menurutnya titik kecelakaan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
Dampak kejadian ini, terjadi gangguan perjalanan. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak KAI, kejadian di Stasiun Bekasi Timur akibat tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi).
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.
Baca juga: Mobilitas Terus Meningkat, KAI Dorong Pelaku UMKM Tumbuh di Stasiun
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala.
Salah satu saksi mata bernama Hendri mengungkapkan, kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam menimbulkan suara seperti ledakan.
"Seperti suara bom, saking kencangnya gitu. Kaget semuanya, jadi langsung mati lampu di kereta itu," jelas Hendri dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Senin.
Hendri menduga Kereta Api Argo Bromo Anggrek melaju dengan kencang tanpa menyadari ada KRL yang tengah berhenti.
"Mungkin dia (Kereta Api Anggrek Bromo) kecepatan tinggi karena dia menganggap ini (KRL) sudah tidak berhenti di sini, harusnya sudah jalan," tutur Hendri.