TRIBUNJABAR.ID, CIREBON – Dampak tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, terus meluas.
Hingga Selasa (28/4/2026), tercatat sebanyak 27 perjalanan kereta api dibatalkan, sementara operasional di wilayah Cirebon masih terdampak keterlambatan.
Pantauan di Stasiun Cirebon Kejaksan pada Selasa pagi menunjukkan aktivitas penumpang masih cukup ramai meski situasi operasional terganggu.
Di ruang tunggu utama yang didominasi pilar-pilar besar bergaya kolonial, puluhan penumpang tampak duduk menanti kepastian jadwal keberangkatan.
Sebagian terlihat sibuk dengan ponsel, sementara lainnya berbincang atau beristirahat dengan barang bawaan di sisi kursi.
Di area boarding gate, antrean penumpang terlihat mengalir menuju pintu pemeriksaan tiket.
Layar informasi digital menampilkan jadwal perjalanan ke sejumlah kota seperti Yogyakarta, Gambir, Solo Balapan, hingga Surabaya, lengkap dengan nomor jalur dan status keberangkatan.
Beberapa penumpang tampak berinteraksi dengan petugas untuk memastikan jadwal perjalanan mereka.
Sementara di area hall utama, arus lalu lalang penumpang masih berjalan normal.
Sejumlah penumpang dengan koper dan tas ransel terlihat berjalan menuju peron maupun pintu keluar.
Suasana stasiun tampak tertata rapi dengan lantai mengilap dan dinding dekoratif tanaman hijau yang memberikan kesan sejuk.
Di sisi lain, aktivitas di loket tiket juga terpantau berlangsung.
Sejumlah penumpang tampak melakukan pembelian tiket langsung maupun verifikasi kode pemesanan, sementara petugas melayani dengan sigap.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengungkapkan, bahwa insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan kereta yang melintasi wilayah Cirebon.
“Setelah kejadian tadi malam, kereta Argo Bromo menumbur KRL di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Dari kejadian tersebut berdampak kepada operasional kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon,” ujar Muhibbuddin saat diwawancarai di Stasiun Cirebon Kejaksan, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, pembatalan perjalanan terjadi secara bertahap sejak malam kejadian hingga hari ini.
“Tadi malam ada 10 KA yang dibatalkan yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon. Dan pada hari ini, tanggal 28, ada 17 KA lagi yang dibatalkan, sehingga total KA yang dibatalkan yang melalui wilayah Daop 3 ada 27 KA,” ucapnya.
Tak hanya pembatalan, sejumlah perjalanan yang tetap beroperasi juga mengalami keterlambatan.
“KA-KA yang masih berjalan juga mengalami keterlambatan yang cukup lumayan. Dan untuk keterlambatan ini memang dampak dari kejadian tersebut,” jelas dia.
Muhibbuddin menambahkan, jalur rel sempat hanya bisa dilalui satu jalur setelah proses evakuasi dilakukan.
“Pada pukul sekitar jam 01.00 malam, jalur hilir sudah bisa dilalui. Artinya, untuk ke arah Jakarta maupun ke arah Jawa sudah bisa melalui dengan satu jalur tersebut, sehingga antrean masih cukup lumayan. Nah, ini berdampak kepada keterlambatan beberapa KA tersebut,” katanya.
Terkait jumlah penumpang yang terdampak, pihaknya masih melakukan pendataan.
“Untuk jumlah penumpang kami sedang himpun, ya, berapa penumpang yang mengalami dampak dari kejadian tersebut. Nanti untuk data kami update di kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional yang terjadi akibat insiden tersebut.
“Kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan, saat ini proses evakuasi di lapangan sedang dilakukan oleh petugas dengan tetap mengutamakan keselamatan semua pihak,” ucap Muhibbuddin.
Akibat kejadian ini, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan, di antaranya KA Gunungjati relasi Gambir–Cirebon, KA Argo Muria relasi Gambir–Semarang Tawang, hingga KA Gumarang relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi.
Sementara itu, pada 28 April 2026, pembatalan juga terjadi pada sejumlah KA lainnya seperti Gunungjati relasi Cirebon–Gambir, Argo Sindoro relasi Semarang Tawang–Gambir, hingga KA Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen.
Di wilayah Cirebon sendiri, sedikitnya enam perjalanan kereta tujuan Jakarta mengalami antrean dan keterlambatan antara 10 hingga 30 menit.
Muhibbuddin menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya maksimal untuk memulihkan kondisi operasional.
“Kami akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait kondisi terbaru di lapangan, serta terus melakukan pembaruan informasi kepada pelanggan,” jelas dia.
Diketahui, kecelakaan terjadi saat KRL rute Bekasi–Jakarta tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur usai insiden sebelumnya.
Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindari tabrakan dan langsung menghantam rangkaian KRL tersebut.
Terkini, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin memberikan keterangan terbaru mengenai perkembangan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KR Commuter di Stasiun Bekasi Timur.
Bobby mengatakan sampai saat ini 7 orang tewas, sementara 81 orang luka-luka. Proses evakuasi dilakukan teliti dan hati-hati oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, PMI, hingga kepolisian.
"Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," jelas Bobby dikutip dari Kompas.com, Selasa (28/4/2026) pagi.
(Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto)