Duel Klasik Arema FC vs Persebaya Surabaya, Santos vs Tavares Adu Strategi
Wiwit Purwanto April 28, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, Surabaya - Derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (28/4/2026), akan menjadi panggung duel strategi pelatih Marcos Santos dan Bernardo Tavares.

Marcos Santos membawa Arema FC dengan modal empat laga terakhir tanpa kekalahan.

Ia menegaskan timnya akan tampil lebih agresif dibanding saat menahan Persib Bandung 0-0 di GBLA.

“Berbeda saat menghadapi Persib, kami bermain bertahan. Kali ini kami akan lebih menyerang,” ujarnya dalam jumpa pers kemarin.

Formasi favorit Santos adalah 4-3-3 dengan penekanan pada transisi cepat dari lini tengah. Blade, Betinho, dan Arkhan Fikri menjadi motor permainan yang diharapkan mampu mendukung trio penyerang Gustavo Franca, Gabi, dan Joel Vinicius.

Baca juga: Kejutan Dari Persebaya Surabaya Untuk Bonek! Bruno Moreira Masuk List Pemain saat Lawan Arema

Santos menekankan pentingnya meminimalisir kesalahan kecil.

“Kesalahan sedikit bisa dimanfaatkan Persebaya untuk mengancam lini pertahanan,” katanya.

Absennya Achmad Maulana dan Luiz Gustavo karena cedera membuat Santos harus melakukan rotasi. Ia menyiapkan opsi dengan menurunkan pemain muda yang sudah mulai mendapat menit bermain.

Catatan SURYA.co.id, Kelemahan Arema terletak pada koordinasi lini belakang yang kadang rapuh menghadapi serangan balik cepat. Santos menyadari hal ini dan berusaha memperbaiki komunikasi antar pemain bertahan.

Di sisi lain, Bernardo Tavares membawa Persebaya dengan kepercayaan diri setelah menumbangkan Malut United 0-2. Gol Milos Raickovic dan Francisco Rivera menjadi penentu kemenangan sekaligus memutus tren negatif tiga kekalahan tandang beruntun.

Baca juga: Susunan Pemain Arema vs Persebaya, Rivera Kembali Menjadi Kapten Bajol Ijo

Tavares menilai kemenangan itu hasil kerja keras kolektif. “Kami bekerja sangat baik lawan Malut. Dan saya percaya besok pemain akan melakukan yang terbaik untuk kembali mendapatkan kemenangan,” katanya.

Formasi favorit Tavares adalah 4-2-3-1 dengan Rivera sebagai pengatur ritme permainan. Ia menekankan pentingnya fokus dan mentalitas kuat agar pemain tidak melakukan kesalahan kecil.

Absennya Ernando Ari, Pedro Matos, dan Bruno Moreira menjadi tantangan tersendiri. Namun, Tavares menegaskan bahwa tim harus tetap fokus meski kehilangan pilar utama.

Kelemahan Persebaya terletak pada efektivitas finishing. Dalam beberapa laga, mereka dominan namun gagal memanfaatkan peluang. Tavares berusaha memperbaiki hal ini dengan menekankan latihan penyelesaian akhir.

Kondisi Arema dan Persebaya terbaru

Arema FC membawa modal positif dengan empat laga terakhir tanpa kekalahan. Mereka mencatat dua kemenangan dan dua hasil imbang, termasuk menahan Persib Bandung 0-0 di GBLA.

Julian Guevara dan kawan-kawan mampu menahan gelombang serangan bertubi-tubi dari Persib. Praktis, Arema lebih banyak bermain bertahan dan sesekali melakukan serangan balik.

Pelatih Marcos Santos menegaskan bahwa timnya akan tampil lebih agresif melawan Persebaya. “Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mengalahkan lawan,” katanya.

Santos juga mengingatkan anak asuhnya agar meminimalisir kesalahan kecil. “Kesalahan sedikit bisa dimanfaatkan Persebaya untuk mengancam lini pertahanan,” ujarnya.

Persebaya datang dengan kepercayaan diri setelah menumbangkan Malut United dengan skor 0-2. Gol Milos Raickovic dan Francisco Rivera menjadi penentu kemenangan sekaligus memutus tren negatif tiga kekalahan tandang beruntun.

Pelatih Bernardo Tavares menilai kemenangan itu hasil kerja keras kolektif. “Kami cukup puas, tetapi kami harus tetap bekerja keras hingga akhir,” katanya.

Secara klasemen, duel ini krusial. Arema berusaha merangkak naik dari papan tengah dengan 39 poin, sementara Persebaya stabil di enam besar dengan 45 poin.

Suporter Bonek menaruh harapan besar agar tim bisa mencuri poin di Bali. Dukungan moral dari Surabaya diharapkan mampu mengangkat semangat pemain.

Absennya beberapa pemain membuat laga ini semakin menarik. Kedalaman skuad akan diuji dalam pertandingan penuh gengsi.

Dengan kondisi skuad yang mulai bangkit, Bajol Ijo optimistis menghadapi laga klasik ini. Rivalitas panjang membuat mereka ingin kembali menegaskan dominasi atas Arema.

Head to Head dan Statistik Arema vs Persebaya

Head to Head memperlihatkan dominasi Bajol Ijo. Dalam 10 pertemuan terakhir sejak 2019, Persebaya mencatat tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang. Arema belum mampu meraih kemenangan atas rival abadinya dalam periode tersebut.

Pertemuan terakhir pada 22 November 2025 berakhir imbang 1-1 di Gelora Bung Tomo. Gol Persebaya dicetak Bruno Moreira, sementara Arema mendapat keuntungan dari gol bunuh diri Dime Dimov.

Marcos Santos menegaskan bahwa timnya ingin mengakhiri catatan buruk tersebut. “Kami tahu ini adalah laga klasik. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mengalahkan lawan,” katanya.

Bernardo Tavares menilai rivalitas ini selalu menghadirkan tekanan besar. “Derbi Jatim bukan sekadar pertandingan. Ini soal kebanggaan, dan kami harus tampil maksimal,” ujarnya.

Statistik juga menunjukkan Persebaya lebih konsisten di kandang, sementara Arema lebih sering kesulitan saat bermain tandang.

Namun, Arema membawa modal positif dengan empat laga terakhir tanpa kekalahan. Mereka menahan imbang Persib Bandung 0-0 di GBLA, hasil yang memberi kepercayaan diri tambahan.

Persebaya juga memiliki modal kemenangan atas Malut United dengan skor 2-0. Gol Milos Raickovic dan Francisco Rivera menjadi penentu kemenangan.

Dengan catatan tersebut, laga kali ini diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama membawa ambisi besar untuk meraih tiga poin.

Derbi Jatim di Bali akan menjadi panggung rivalitas yang kembali menguji mental dan kualitas kedua tim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.