SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Jawa Timur (Jatim) berencana menambah jumlah tong bin di Tempat Penampungan Sementara (TPS), guna mengoptimalkan pengelolaan sampah. Kebijakan ini disesuaikan dengan jumlah warga dan produksi sampah harian di tiap wilayah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, saat meninjau TPS Prapen DKK di Kecamatan Wonocolo, Selasa (28/4/2026).
"Setiap TPS itu harus bersih. Di antaranya bisa dilihat dari jumlah tong bin yang cukup," kata Wali Kota Cak Eri ketika dikonfirmasi di sela peninjauan.
Cak Eri menegaskan, bahwa penambahan tong bin tidak dilakukan secara asal, melainkan berbasis data. Ia menyebut setiap orang rata-rata menghasilkan 0,6 kilogram sampah per hari.
“Beban satu orang itu adalah 0,6 kilo per hari. Maka di setiap RW kita harus tahu jumlahnya berapa, dikalikan 0,6 ketemu berapa kilo per hari,” jelasnya.
Setelah diketahui total produksi sampah, angka tersebut kemudian dibagi dengan kapasitas tong bin sebesar 250 kilogram untuk menentukan kebutuhan ideal.
"Jadi harus dihitung per RW, supaya tidak ada yang lebih, sisa, atau sampai tong bin terbuka,” tegas Cak Eri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, M Fikser, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan pengadaan 1.800 tong bin baru.
“Jadi kami ada pengadaan 1.800 tong bin. Tong bin-tong bin kita ini kondisinya memang banyak yang rusak, terus pecah,” ujarnya.
Fikser menyebut, kerusakan tersebut berdampak signifikan terhadap kapasitas TPS di sejumlah wilayah.
“TPS yang dulunya ada 20 (tong bin) menjadi berkurang 10 (tong bin), dan rata-rata terjadi pengurangan tong bin di semua TPS karena mengalami kerusakan. Rencananya tong bin datang di akhir bulan ini,” jelasnya.
Selain penambahan fasilitas, Pemkot juga fokus menjaga kebersihan TPS. Salah satunya dengan penyemprotan eco enzyme secara rutin.
"Jadi setelah diangkut maka disiram seperti ini terus diberikan eco enzyme biar enggak bau. Ini sudah berjalan,” ujar Cak Eri.
DLH juga memastikan setiap TPS akan dilengkapi fasilitas sesuai kebutuhan dan menerapkan standar kebersihan.
“Kami akan penuhi seluruh TPS dengan tong bin, perintah Pak Wali Kota tong bin itu kalau sudah terisi ditutup, dan kemudian TPS-nya disemprot,” kata Fikser.
DLH juga melakukan evaluasi terhadap TPS, khususnya di jalan protokol yang rawan penumpukan sampah.
Tercatat terdapat 38 TPS di kawasan tersebut yang menjadi perhatian utama pemerintah kota.
“Jadi karena jadwal pengambilan dari rumah warga ke TPS itu kami atur, dari TPS ke TPA kami atur, ada space, di mana waktu (jeda) itu kami bersihkan TPS,” tandas Fikser.
Dengan langkah ini, Pemkot Surabaya berharap pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan kebersihan lingkungan tetap terjaga.