TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memperingatkan masyarakat di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mewaspadai dampak potensi banjir pesisir (rob)pada 30 April-7 Mei 2026.
Banjir dipicu karena fenomena fase bulan purnama pada 2 Mei 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir NTT.
Baca juga: BMKG Peringatkan Wilayah Manggarai, Ngada dan Ende Waspada Hujan Lebat 28-30 April 2026
Wilayah pesisir yang terdampak yaitu pesiri Pulau Flores, Pulau Alor, Pulau Timor, dan Sabu Raiju, 30 April hingga 5 Mei 2026. Sementara, pesisir Pulau Sumba diprakirkan terjadi pada 1-7Mei2026.
BMKG mengungkapkan bahwa potensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar
pesisir, aktivitas bongkar muat di pelabuhan hingga aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Selain pesisir NTT, 14 wilayah terdampak fenomena fase bulan purnama yakni, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku. (maritim.bmkg.go.id/Tribun Flores)