Cerita Pilu Anak Korban soal Momen Sang Ibu Dievakuasi hingga Meninggal usai Tabrakan KA Bekasi
Mellinia Pranandari Putri Krist April 28, 2026 05:58 PM

- Sampai dengan Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB korban tewas akibat kecelakaan Kereta Api Argo Bromo pada Senin (27/4/2026) malam tercatat mencapai 14 orang.

Selain itu, kecelakaan itu juga mengakibatkan 84 orang luka-luka.

Satu di antara korban meninggal dunia adalah Nuryati yang merupakan warga RT 04 RW 08 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Anak sulung korban, Halimah, menuturkan kembali cerita adiknya yang juga berada di lokasi kejadian.

Halimah mengungkapkan, terakhir bertemu dengan ibunya pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 17.30 WIB.

Setelahnya, dia menceritakan mendiang ibunya pergi menjenguk adiknya yang sedang sakit di Cikarang, Jawa Barat.

Saat itu, Nuryati didampingi oleh anak dan cucunya.

Ketika tabrakan terjadi, kata Halimah, adiknya dan keponakannya telah lebih dulu keluar lewat jendela.

Namun, ibunya belum berhasil keluar karena tubuhnya tak muat sehingga Nuryati masih tinggal di dalam gerbong.

Menurut adiknya, kata Halimah, sebelum dievakuasi wajah Nuryati sudah pucat.

"Kata adik sih termasuk enggak ada yang bantuin Mamah saya. Karena kan kayak adik saya sama anaknya itu lewat jendela ya, Mamah enggak mungkin lompat lewat jendela karena kan Mama badannya besar," ungkap Halimah saat ditemui reporter Tribunnews.com Gita Irawan di rumah duka pada Selasa (28/4/2026).

"Jadi kata adik saya, Mamah tuh di dalam, terakhir itu tinggal sisa berapa orang doang baru bisa diselamatin lewat pintu. Tapi tinggal sisa sedikit. Kata adik saya begitu," lanjut dia.

Halimah mengatakan, berdasarkan penuturan adiknya, ibunya sempat terjatuh usai proses evakuasi.

Saat terjatuh itu, kata Halimah, ibunya mengalami perdarahan di kening dan di bagian atas bibir.

"Waktu dikeluarin dari kereta itu kata adik, Mamah masih sadar, tapi setelah sadar, enggak lama Mamah jatuh berdarah sininya (kening) sama ini (bagian atas bibir) terus sudah enggak sadar kan," lanjutnya.

"Ketika dibawa ke rumah sakit, kata adik saya, sepertinya sudah meninggal. Tapi saya bilang, untuk memastikan, lebih baik cari rumah sakit terdekat, biar memastikan Mamah masih hidup, atau sudah enggak ada. Ternyata pas saya perjalanan ke rumah sakit, Mamah sudah enggak ada," ujar dia.

"(Ditelpon) Mi aku sudah di IGD, kita terima, kata dokter Mamah sudah enggak ada (meninggal)," pungkas Halimah menirukan perkataan adiknya.

Setelah sempat disemayamkan di rumahnya, jenazah Nuryati kemudian disolati di Musala Al Ikhlas.

Setelahnya, jenazah Nuryati dibawa ke TPU Karet Bivak Jakarta untuk dimakamkan.

Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Mellinia Pranandari
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Gita Irawan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.