Ajang Balap Para Sultan, Puluhan Gentleman Riders Dunia Siap Jajal Sirkuit Mandalika
Laelatunniam April 28, 2026 06:07 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Puluhan pembalap mobil akan mengikuti GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Balap ini merupakan salah satu ajang bergengsi yang menghadirkan tim dan pembalap profesional.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengatakan kejuaraan ini menggunakan format single class (GT3) yang membuat kompetisi semakin fokus dan kompetitif.

Ia mengatakan popularitas kejuaraan ini terus meningkat dan sudah dilaksanakan di beberapa negara seperti GT World Challenge Asia, GT World Challenge Australia, GT World Challenge Eropa, GT World Challenge Amerika, dan puncaknya pada GT World Challenge Dunia di Makow.

Selain itu, jumlah mobil yang ikut berkompetisi mengalami peningkatan sejak tahun 2024 yakni 33 mobil, tahun 2025 34 mobil, serta 66 pembalap. Namun tahun ini sedikit mengalami penurunan karena kondisi geopolitik dunia.

"Tahun ini sekitar 22 mobil dikali dua, berarti ada 44 pembalap, namun ada beberapa mobil yang solo drivers, antara 40 dan 44 driver," kata Andi, Selasa (28/4/2026).

Bedanya kejuaraan ini dengan lainnya, bukan diikuti profesional riders tetapi gentleman riders. Mereka banyak yang berasal dari kalangan pengusaha, seperti pengusaha properti, hotel, real estate, dan lainnya.

"Tujuan mereka datang ke sini balap, senang-senang, hobinya dia dan kami berharap di Indonesia menargetkan bisa memperkenalkan Lombok, NTB, Indonesia dan menjajaki peluang investasi," jelas Andi.

Terkait dengan kesiapan dari balapan ini, sebagian logistik sudah tiba di Sirkuit Mandalika. Ia berharap besok (29/4/2026) semua logistik untuk kebutuhan balap sudah tiba semuanya.

Andi mengatakan balapan GT3 ini memiliki spesifikasi kendaraan yang berbeda-beda, multi brand dengan spesifikasi engine kendaraan yang berbeda-beda pula. Namun disamakan oleh balance of performance (BOP).

"Jadi kalau cc-nya besar bobotnya diberati, sehingga ujung-ujungnya performanya sama," kata Andi.

Andi juga mengatakan dengan hadirnya event ini bisa memberikan dampak kepada peningkatan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi daerah.

Sisi lainnya, event ini sudah mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan bisa menjadi ajang mempromosikan pariwisata daerah di kancah internasional.

Baca juga: Mengenal Kejuaraan Balap GT World Challenge: Dari Asia hingga Amerika

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.