AHY Berharap Perlintasan Sebidang Dijaga, Prabowo Langsung Gelontorkan Rp4 T Bangun Flyover
Joseph Wesly April 28, 2026 08:46 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR - Pasca insiden kecelakaan kereta yang terjadi di stasiun Bekasi Timur, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), angkat bicara.

AHY menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Terkhusus karena jalur rel kereta masih bersinggungan langsung dengan lalu lintas kendaraan.

“Sebenarnya kami sudah mengidentifikasi sejak awal bahwa masih cukup banyak lintasan sebidang, di mana rel kereta ini juga bersamaan dengan jalur transportasi darat, artinya jalan crossing dengan rel kereta,” kata AHY di stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Menurut AHY, pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden tersebut. 

Namun, ia menegaskan kewenangan utama berada di tangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami akan investigasi dan saya belum bisa menjelaskan secara final, karena KNKT lah yang nanti memiliki otoritas untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, apa penyebab sebenarnya dan langkah-langkah yang harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden serupa yang fatal seperti tadi malam,” jelasnya.

Baca juga: Update Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: 15 Orang Tewas

Baca juga: Pasca Laka Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Pemerintah Percepat Pembangunan Flyover

AHY memastikan pemerintah akan mengawal proses investigasi tersebut agar berjalan transparan dan menyeluruh.

Selain investigasi, pemerintah juga akan melakukan identifikasi terhadap langkah-langkah cepat yang bisa segera diterapkan guna meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta.

Politikus asal partai Demokrat itu juga menekankan pentingnya pengamanan di setiap titik perlintasan sebidang, termasuk kehadiran petugas yang berjaga.

“Misalnya, terhadap masih cukup banyaknya lintasan sebidang tadi, kita harus memastikan setiap titik perlintasan kereta itu harus ada pengamanan. Harus ada petugas yang menjaga,” ujarnya.

Lebih jauh, AHY menyebut solusi jangka panjang berupa pembangunan infrastruktur menjadi langkah krusial untuk menghilangkan potensi bahaya di perlintasan sebidang.

Sehingga satu solusi yang didorong adalah pembangunan flyover atau jalan layang di titik-titik yang dinilai padat dan rawan kecelakaan.

Rencana pembangunan infrastruktur menurutnya sudah ada sebelum insiden terjadi. 

Namun, prosesnya masih membutuhkan waktu, terutama dalam hal penyiapan lahan dan penataan ruang.

Meski demikian, AHY meminta agar seluruh proses tersebut dapat dipercepat demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Saya minta dan saya ingin mendorong untuk mempercepat semuanya, karena memang misalnya untuk membangun flyover, sehingga tidak lagi ada lintasan sebidang, ini perlu penyiapan tata ruangnya, lahannya. Ini juga membutuhkan proses,” pungkasnya.

Sementara, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengatakan secara garis besar, lintasan kereta api banyak tidak dijaga, dan itu akan pihaknya atasi.

"Pemda Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena bekasi juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting dan mendesak, jadi saya sudah setujui dibangun fly over langsung oleh bantuan presiden," kata Prabowo di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Bahkan Prabowo menjelaskan, di sejumlah wilayah Jawa, terdapat 1.800 titik yang juga lintasan dengan kondisi serupa. 

"Saya sudah perintahkan segera, kami akan segera memperbaiki semua, apakah akan dilakukan pos jaga atau gimana nanti pelaksanaan akan kami tunju," jelasnya.

"Kami perhitungkan hampir Rp 4 T demi keselamatan dan kami sangat penting dan perlu dan sekarang saat nya sudah berapa puluh tahun belum dilaksanakan jadi sekarang dilaksanakan," tutupnya. (M37)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.