Terserang Stroke, Satu Jemaah Haji Ponorogo Gagal Berangkat, Digantikan Cadangan
Samsul Arifin April 28, 2026 09:14 PM

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Satu calon jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo dipastikan tidak dapat berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026 setelah mengundurkan diri karena kondisi kesehatan. 

Satu jemaah itu adalah Samingan berusia 65 tahun lebih.

“Alasannya karena sakit stroke belum bisa berangkat tahun ini,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Ponorogo, Marjuni, Selasa (28/4/2026)

Dia menjelaskan bahwa Samingan digantikan oleh Sri Harini yang merupakan jemaah haji cadangan ke 8 dari Kabupaten Ponorogo. Sehingga yang berangkat pada Minggu (26/4/2026 lalu tetap 565 jemaah haji,

“Samingan stroke kapan konfirmasi adalah saya kesana dengan tim kesehatan info tgl 16 April. Jadi 10 hari jelang keberangkatan,” jelas Marjuni.

Baca juga: Kuota Haji di Tuban Meningkat, Anggaran Hibah Justru Turun

Digantikan Jemaah Cadangan

Dia menyatakan waktu pelunasan Samingan lolos istitoah kesehatan. Namun, pasca dinyatakan istitoah kesehatan, Samingan mendapatkan serangan stroke.

“Sempat dirawat di Rumah Sakitu Umum Muhamadiyah. Dan dinyatakan sehat oleh dokter. Tapi kemudian serangan kerua stroke. Akhirnya ndak bisa berangkat,” tegasnya.

Karena sakit stroke, Samingan akhirnya mengundurkan diri untuk tidak berangkat menunaikan rukun islam ke lima ini. “Ditunda, 2027 kalau bisa Pak Samingan berangkat,” tegasnya. 

Baca juga: Jemaah Haji Pacitan Bakal Hadapi Suhu 40 Derajat di Arab Saudi, Disarankan Bawa Oralit

Cadangan Isi Kursi Kosong Kloter

Selain itu, ada 7 cadangan lain yang naik dan bisa terbang ke tanah suci untuk naik haji. Mereka digabungkan kloter 22, 24 maupun 25 embarkasi Juanda Surabaya.

“Mereka bergabung dengan kabupaten lain. khusus kloter 25 berangkat sama saya. Mereka gabung dengan Pacitan. Kebetulan saya plt kepala di Pacitan,” tegasnya.

Menurutnya, 7 cadangan jemaah haji adal Ponorogo ini mengisi open seat. “Jadi ada yang mundur. Nah tempat kita kebagian 7. Lalu satu menggantikan pak Samingan,” tegasnya.

Plt Bupati Ponorogo,  Lisdyarita, berpesan agar seluruh jamaah meluruskan niat, menjaga kesehatan, serta khusyuk dalam menjalankan ibadah. Serta titip doa untuk Kabupaten Ponorogo.

“Tolong luruskan niat untuk ibadah di tanah suci,” ungkap Bunda Lisdyarita—sapaan akrab—Plt Bupati Ponorogo,  Lisdyarita, Minggu pagi pasca memberangkatkan.

Dia juga menitipkan doa agar Ponorogo senantiasa diberi keberkahan. “Tolong diakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan warganya,” pesannya.

Sementara para petugas diminta memastikan jamaah terlayani dengan baik hingga kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

“Petugas bisa menjaga jamaah haji dengan baik. Jaga kesehatan. Insyallah diberi kelancaran,” pungkas orang nomor satu di Kabupaten Ponorogo ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.