Tabrakan Kereta di Bekasi, KDM Soroti Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu Resmi
Joseph Wesly April 28, 2026 09:50 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM mendukung investigasi mendalam oleh pihak berwenang terkait insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.

Ia mengaharapkan investigasi dilakukan dengan baik agar menjadi evaluasi bersama kedepannya terhadap layanan transportasi massal.

"Investigasi harus dilakukan dengan baik sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa," kata KDM saat mendatangi rumah duka Nurlaela (40) guru SD korban meninggal kecelakaan kereta di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Belum Pulang hingga Larut Malam, Putra Nurlaela Sempat WA sang Ibu Mama Dimana?

Baca juga: KDM Berikan Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Nurlaela, Putranya Jadi Anak Angkat

KDM menegaskan, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan ditangani bersama. Salah satunya ialah jalur perlintasan kereta apu yang masih banyak jalur lintasan tidak resmi. Sehingga tidak dilengkapi palang pintu otomatis resmi.

"Kita semua harus secara bersama-sama untuk menyelesaikan membebaskan problem kecelakaan termasuk palang pintu yang tidak resmi, banyak perlintasan tidak resmi tidak menggunakan palang pintu keselamatan kereta api," kata KDM.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.