TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Sebanyak 15 laptop dan dua proyektor di SMK Yapis Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat Daya raib digondol maling baru-baru ini.
Kepala SMP Yapis Teminabuan Ariyanti menyebut pencurian bukanlah yang pertama kali melainkan empat kali terjadi.
"Sebelumnya pernah kehilangan kabel lalu pengeras suara. Kami anggap itu masih kecil, namun yang yang keempat ini kerugiannya besar," ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Pencurian di SMP Yapis Sorong Selatan: 15 Laptop dan Proyektor Hilang, Ada Tulisan “Maaf Bu Guru”
Ariyanti menjelaskan, upaya pembobolan ruang kantor sempat terjadi bulan lalu.
Pelaku memecah kaca jendela ruang guru, meski akhirnya gagal setelah warga mendengar suara dari aksi itu.
Peristiwa terbaru, pelaku diduga masuk melalui atap lalu turun melalui lubang plafon atau manhole, kemudian menjarah barang berharga di ruang guru.
Baca juga: Heroik Affan Kurniawan Tangkap Pencuri saat Bertugas Jadi Sekuriti, Telepon Polisi Minta Bantuan
Pencurian diketahui pada pagi hari saat guru piket hendak membuka kantor.
"Pintu ditemukan dalam kondisi tidak terkunci, meski sebelumnya dikunci. Teralis pintu kantor yang digembok juga terbuka," ujar Ariyanti.
Menurutnya, gedung sekolah belum dilengkapi sistem keamanan memadai seperti kamera pengawas (CCTV) maupun petugas keamanan khusus.
Rencana pemasangan CCTV sempat dipertimbangkan, namun diurungkan karena khawatir perangkat tersebut akan menjadi sasaran pencurian.
Selain itu, kondisi lingkungan sekolah yang tidak selalu tertutup turut menjadi celah.
Gerbang sekolah kerap tidak dikunci karena terdapat warga yang tinggal di area sekolah.
"Pascakejadian ini, kami mengambil langkah darurat memindahkan barang-barang berharga lainnya ke tempat lebih aman guna menghindari pencurian susulan," ucap Ariyanti.
Baca juga: Perkuat Layanan Terpadu Korban Kekerasan, DPPPA Sorong Selatan Gandeng Polres hingga RSUD
Lanjutnya, guna menjaga kelangsungan kegiatan belajar mengajar, erutama menjelang ujian berbasis komputer dalam waktu dekat, sekolah berencana menggunakan laptop milik guru sebagai solusi sementara.
Adanya kejadian ini, Ariyanti menyatakan akan meningkatkan sistem keamanan, termasuk rencana pengadaan kamera pengawas dan pengamanan lebih ketat ke depan.
Baca juga: Program MBG Parkir: Kehadiran dan Semangat Siswa di Sorong Selatan Anjlok
Pihak sekolah meminta masyarakat dapat membantu mempersempit ruang gerak pelaku dan mempercepat proses pengungkapan kasus pencurian tersebut.
"Harapan kami pelaku segera terungkap. Kerugiannya besar, bukan jumlah kecil," kata Ariyanti.
"Kami meminta bantuan masyarakat, kalau ada yang menjual laptop model Axioo Hype 1 dalam jumlah banyak, atau gerak gerik mencurigakan, agar bisa segera dilaporkan ke kami atau pihak berwajib," ucapnya. (tribunsorong.com/astri)