BOLASPORT.COM - Tim Thomas Cup Indonesia gagal melaju ke babak perempat final Thomas Cup 2026 setelah kalah dari Prancis, 1-4 pada laga terakhir Grup D di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026).
Harapan Indonesia lolos perempat final terjadi jika Indonesia kalah 2-3 karena Thailand sudah menang 5-0 atas Aljazair.
Indonesia telah mencatatkan hasil positif dengan kemenangan telak 5-0 atas Aljazair dan kemenangan dramatis 3-2 atas Thailand.
Jika kalah 2-3 dari Prancis dan di saat yang sama Thailand menang 5-0 atas Aljazair, Indonesia akan menempati posisi runner-up grup dan tetap melaju ke babak perempat final.
Indonesia tidak lolos ke babak perempat final karena mengalami kekalahan dengan skor 1-4 atau 0-5 dari Prancis.
Skenario ini dipicu oleh hasil mengejutkan sebelumnya karena Thailand secara luar biasa mampu mengalahkan unggulan ke 5, Prancis dengan skor 4-1, sehingga hal tersebut turut mempengaruhi perhitungan selisih kemenangan antara ketiga tim di Grup D.
Kekalahan ini dramatis setelah Anthony Sinisuka Ginting sempat kram dan tidak diizinkan wasit untuk memberikan spray pendingin di kakinya. Indonesia tertinggal 0-3.
Prancis sebelumnya sudah mengantongi keunggulan atas Indonesia, 2-0 setelah kemenangan Christo Popov atas Jonatan Christie dan Alex Lanier kontra Alwi Farhan.
"Memang sudah sangat dipersiapkan pertandingan ini, maksudnya waktu dipilih jadi main di tunggal ketiga dan sudah tahu juga kurang lebih calon-calon lawannya siapa," kata Ginting dalam siaran resmi PBSI.
"Ada diskusi juga dengan tim tunggal putra untuk menambah buat insight. Karena mungkin Jonatan juga pernah lawan, yang lain mungkin pernah nonton Toma seperti apa."
"Jadi memang sama-sama memberikan point of view-nya masing-masing. Itu yang sudah dipersiapkan dan sebenarnya sudah cukup bisa menerapkan strategi dengan baik."
"Kuncinya pada gim kedua ketika Toma mulai mengubah pola permainan dan saya ikut masuk ke pola permainan dia. Lalu di gim ketiga bisa menemukan ritme lagi, sempat unggul di interval. Tapi ya menjelang akhir ada keserimpet yang membuat kakinya sedikit kram."
"Kendala yang dirasakan itu coba tidak dirasakan, terus coba karena saya melihat masih ada kesempatan. Dia pun terlihat ada tegang dengan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri."
"Tapi memang tidak banyak pilihan pola permainan yang bisa saya mainkan jadi ketika dia kembali menemukan ketenangannya, saya mulai kesulitan dengan banyak harus berlari mengejar bola."
Ginting mengatakan bahwa dia tidak merasa gugup karena peluang setiap tunggal yang tampil adalah 50:50.
" Dengan peringkat mereka yang lebih tinggi di atas kertas memang jadi tantangan dan itu yang saya pikirkan," tutur Ginting.
"Tidak mau berpikir match pertama seperti apa, match kedua seperti apa. Saya mau coba challenge diri saya sendiri tadi di lapangan. Apa yang sudah dilatih di Jakarta, di training camp, apa yang sudah dipersiapkan coba buat diterapkan tanpa fokus ke skor besarnya."
Peluang Indoneis ke perempet final tertutup setelah Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kalah dari Eloi Adam/Leo Rossi.
Satu-satunya kemenngan yang diraih Indonesia didapat lewat penampilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang mengandaskan Christo Popov/Toma Junior Popov.
HASIL THOMAS CUP 2026, INDONESIA VS PRANCIS (1-4)
MS1: Jonatan Christie vs Christo Popov, 19-21, 14-21 (0-1)
MS2: Alwi Farhan vs Alex Lanier, 16-21, 19-21 (0-2)
MS3: Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov, 22-20, 15-21, 20-22 (0-3)
MD1: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Eloi Adam/Leo Rossi, 19-21, 19-21 (0-4)
MD2: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Christo Popov/Toma Junior Popov, 21-18, 19-21, 21-11 (1-4)