Renungan Harian Katolik Rabu 29 April 2026, "Bapa yang Mengutus Aku"
Eflin Rote April 29, 2026 09:19 AM

Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
Hari Rabu Biasa Pekan Paskah keempat– 29 April 2026
Bacaan I:  Kis. 12:24 - 13:5a
Injil:  Yoh. 12:44-50
Tema: “Bapa yang mengutus Aku”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Rabu pekan Paskah ini mengantar kita semakin dekat pada rahasia iman: Yesus bukan datang dengan inisiatif sendiri, tetapi diutus oleh Bapa.

Tema hari ini—“Bapa yang mengutus Aku”—menyadarkan kita bahwa kesaksian Kristen tidak berhenti pada kata-kata, melainkan berakar pada ketaatan kepada Allah.

Dua bacaan hari ini memperlihatkan “benih Sabda yang maju”: Injil berjalan karena Allah bekerja, dan Yesus sendiri menjelaskan dasar iman: siapa yang percaya kepada-Nya percaya kepada Bapa.

Saudara-saudari terkasih. 

Bacaan ini (Kis 12:24-13:5a) menegaskan bahwa “firman Allah bertambah dan menyebar.” Di Antiokhia, Roh Kudus menuntun jemaat untuk memisahkan Barnabas dan Saulus bagi karya perutusan.

Ini menunjukkan bahwa misi Gereja bukan sekadar strategi manusia, melainkan gerak Roh yang meneguhkan pewartaan dan mempersiapkan utusan.

Dalam Injil (Yoh 12:44-50) Yesus menegaskan: barang siapa percaya kepada-Nya berarti percaya juga kepada Dia yang mengutus-Nya. Selanjutnya, Yesus menyebut Sabda-Nya sebagai Sabda yang menghakimi dan menyelamatkan. Itu bukan karena Yesus “mencari penghukuman”, melainkan karena Sabda itu menyingkap arah hidup manusia di hadapan Allah. Kristus hadir sebagai terang: siapa mengikuti-Nya tidak tersesat, siapa menolak akan menanggung akibat dari penolakan itu.

Poin refleksi

Kita adalah  “Pusat iman”:  apakah pusat iman kita ada pada “Yesus yang diutus”, atau hanya pada “ajaran/iman saya”?

Permenungan kita: ketika kita berdoa dan mengambil keputusan, apakah kita sungguh mengandalkan Dia yang datang dari Bapa atau sekadar mencari rasa aman/pegangan dari agama?

“Roh Kudus menuntun perutusan”: apakah kita  merasakan hidup kita dipimpin oleh Roh kudus untuk melangkah atau atas kehendak kita sendiri?

Permenungan kita: seperti Barnabas dan Saulus dipilih dan dikirim, kita pun bisa dipanggil untuk menjadi saksi: lewat tugas pelayanan, pendampingan iman, karya kasih, atau kesaksian sederhana di tempat kerja/keluarga.

“Sabda Tuhan adalah terang”: keputusan harian apa yang perlu “disinari”? Injil menegaskan bahwa Sabda Tuhan menerangi jalan hidup kita.

Permenungan kita: ada sikap/keputusan yang masih kitagelapkan sepert  keengganan mengampuni, ketidakjujuran, atau kompromi? 

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama, tema “Bapa yang mengutus Aku” mengajak kita memandang Yesus sebagai Utusan yang membawa terang dan keselamatan.

Kedua, melalui bacaan pertama, kita melihat pewartaan berjalan karena Roh Kudus dan firman Allah bertambah.

Melalui Injil, kita diingatkan: percaya kepada Yesus berarti percaya kepada Bapa.

Ketiga, karena itu, biarlah hidup kita menjadi jawaban: percaya, terbuka pada Sabda, dan siap ikut ambil bagian dalam perutusan Tuhan di tempat tugas kita masing-masing. Tuhan memberkati kita semua. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.