BANGKAPOS.COM – Warga di sekitar Simpang Empat Lampu Merah Kantor Gubernur Bangka Belitung (Babel) tiba-tiba dikagetkan dengan suara benturan keras pada Senin (27/4/2026).
Ternyata suara benturan keras tersebut berasal dari kecelakaan lalulintas.
Truk bermuatan pupuk menghantam videotron lalu menimpa pengendara motor.
"Ku (saya) dak (tidak) kelihat mobil itu dari mana, cuman posisinya saya lagi duduk disana (rumah). Tiba-tiba bunyi gleduk, ku pikir mobil orang atau orang macam mana. Ya Allah, saya langsung mengejar budak (anak) itu yang tertimpa," ungkap Susi yang melihat korban tergeletak.
Lalu seperti apa pengakuan warga yang melihat kejadian kecelakaan tersebut?
Susi mengaku melihat pengendara motor yang tertimpa kendaraan truk hingga mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas tersebut.
"Tiga orang, satu orang laki, satu orang bini (wanita) dan satu budak (anak) kecil tadi sempat dilarikan kesini dan dikasih air gula biar siuman. Tapi, setelah itu ketiganya dan sopir sudah dilarikan ke rumah sakit," ucapnya.
Baca juga: Akhir Nasib Hasan dan Martin Pembunuh Keji Adityawarman, Divonis Seumur Hidup, Diberi Waktu 7 Hari
"Satu orang saja yang ketimpa, duanya tadi tidak karena tadi sempat dibawah ke pinggir dan kami tidak bisa angkat yang cewe karena berat muatannya tapi ada polisi langsung diangkat," sambungnya.
Untuk kronologis kejadian laka lantas ini sendiri belum diketahui secara detail, pihak Kepolisian masih melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi.
Sebuah truk bermuatan tumpukan karung berwarna putih, terguling dan menghantam tiang layar monitor di Simpang Lampu Merah Kantor Gubernur Bangka Belitung (Babel), Senin (27/4/2026) siang.
Baca juga: Histeris Ayah, Anaknya 2 Tahun Terbujur di Samping Jenazah Sang Kakak, Dua Saudara Tertimpa Truk
Tumpukan karung bermuatan karung tersebut masih terguling, terlihat berhamburan di sekitar jalan dari arah Ketapang menuju ke Kantor Gubernur Babel dan sempat menghalangi arus lalu lintas pengendara.
Namun, belum diketahui secara detail terkait kronogis kecelakaan yang mengakibatkan truk bermuatan pupuk terguling dan menghantam satu unit kendaraan roda dua dan mengakibatkan pengemudi hingga penumpang alami luka-luka.
"Ada tiga korban, sudah dibawah ke rumah sakit dan itu motornya masih tertimpa," ucap salah seorang warga.
Dari pantauan Bangkapos.com di lokasi kejadian, sejumlah petugas Kepolisian Polda Babel masih berada dilokasi kejadian tapi para korban telah dilarikan kerumah sakit.
Histeris ayah melihat anaknya Faiz yang baru berusia 2 tahun terbujur kaku di samping jenazah kakak perempuannya, Nur Ristia (15).
Kedua kakak beradik ini menjadi korban kecelakaan yang tertimpa truk bermuatan pupuk ayam yang terjadi di Simpang Lampu Merah Kantor Gubernur Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang, Senin (27/4/2026).
Pantauan Bangkapos.com, suasana duka kini menyelimuti rumah keluarga korban kecelakaan lalu lintas Senin (27/4/2026).
Dalam kecelakaan tragis tersebut tiga orang yang mengendarai satu unit motor meninggal dunia, usai terlibat insiden dengan truk bermuatan pupuk ayam.
Tenda berukuran 5x4 meter pun kini mulai didirikan di rumah duka, sedangkan sanak keluarga dan para tetangga pun mulai berdatangan untuk menyampaikan rasa bela sungkawa.
Diketahui dua dari tiga korban, yakni Nur Ristia (15) dan Faiz yang masih berumur dua tahun merupakan warga Dusun Sampur, Desa Kebintik, kecamatan Pangkalan Baru.
Tampak raut wajah sedih dan mata berkaca-kaca menahan rasa sedih, ditunjukkan sang ayah yang kini hanya bisa melihat anaknya terbaring diam.
Tangis histeris pun kian pecah saat Faiz yang biasanya menemani canda tawanya, kini justru harus digotong masuk ke dalam rumah tanpa suara cerianya lagi.
Rumah kos-kosan berderet dengan ruangan 5x8 meter pun, kini dipenuhi isak tangis yang tak lagi bisa dibendung.
Tetangga korban, Suryana mengungkapkan korban Nur Ristia memang sehari-harinya kerap mengasuh adik kandungannya tersebut.
"Mereka ini satu ibu beda bapak, jadi memang dia (Nur) yang sering ngasuh (Faiz) karena mamanya ngasuh adik Faiznya lagi. Kalau untuk korban lakinya itu bukan keluarga, tapi teman Nur saja," ujar Suryana.
Baca juga: Sosok Anita Palupy Indahsari, Kepala Sekolah Daycare Jogja yang Disorot, Namanya Masuk 13 Tersangka
Sebelum terlibat laka lantas, diketahui para korban sempat berpamitan untuk membeli makanan burung.
"Mereka ini katanya, mau beli jangkrik atau makanan burung ke Semabung," tuturnya.
Kini kepergian korban pun menyisakan duka yang mendalam, tak hanya bagi keluarga namun juga para tetangga.
"Sehari-hari baik, sering berbaur juga sama orang," ungkapnya.
Kedua korban kakak beradik tersebut telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Air Itam, Kota Pangkalpinang.
Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di simpang lampu merah Kompleks Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kota Pangkalpinang, Senin (27/4/2026) siang.
Insiden ini merenggut nyawa tiga orang pengendara sepeda motor, termasuk kakak beradik.
Korban diketahui merupakan warga Desa Sampur, Kecamatan Pangkalan Baru dan Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah. Informasi duka tersebut dibenarkan oleh tetangga korban, Nidar.
“Iya benar, meninggal tadi. Tidak lama setelah kejadian, kakaknya meninggal, kemudian adiknya juga meninggal dunia. Sekarang masih proses pemakaman,” ujar Nidar selaku tetangga salah satu korban kepada Bangkapos.com.
Korban kakak beradik tersebut berinisial NR (15) dan FZ (2,6), serta satu korban lainnya berinisial BJ warga Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bateng.
Ketiganya diketahui tengah berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat saat kejadian.
Menurut keterangan warga, mereka bukan pasangan suami istri, melainkan sedang berpacaran dan hendak menuju kawasan Semabung untuk membeli jangkrik.
"Ayuknya anak pertama (NR), yang anak kecil (FZ) itu anak keempat, korban BJ saya tidak tahu berapa umurnya. Kalau mereka bukan suami istri, tapi pacaran dan hendak ke Semabung untuk membeli jangkrik," ucapnya.
Baca juga: Pesan Nurlela, Guru SD ke Penjaga Sekolah Sebelum Jadi Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi
Peristiwa nahas terjadi ketika sepeda motor yang mereka tumpangi tertimpa truk bermuatan pupuk ayam yang terguling.
Salah satu korban dilaporkan tertimpa langsung badan truk dan tumpukan karung bermuatan pupuk.
Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di simpang lampu merah dekat Kantor Gubernur Bangka Belitung, tepatnya di Jalan Pulau Bangka, Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Senin (27/4/2026) siang.
Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Pangkalpinang, Kompol Ria Arianty, mengungkapkan peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB, saat pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan di lokasi tersebut.
"Sekitar pukul 11.00 WIB, kami dapat laporan dari masyarakat telah terjadi laka lantas di Jalan Pulau bangka Kelurahna Air Itam Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang," ujar Kompol Ria.
Truk tersebut melaju dari arah Jalan Depati Hamzah dengan tujuan mengantarkan muatan pupuk.
"Jadi, sopir truk ini ingin mengejar lampu hijau. Kemudian, korban sepeda motor yang dikemudikan SR hendak melintasi ke arah Jalan Pulau Bangka langsung tertabrak oleh truk," bebernya.
Setelah itu, mobil truk kehilangan keseimbangan dan menabrak tiang layar TV jalan dan tumbang ke sebelah kiri lalu menimpa korban (NR) sepeda motor hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Akibat kejadian laka lantas ini 3 meninggal dunia, satu luka ringan dan pengemudi truk malam ini kita periksa dan besok (Selasa) dilakukan gelar perkara," terangnya.
Baca juga: Detik-detik Penumpang Saksikan Tabrakan KRL dan Argo Bromo dan Kronologinya, 7 Tewas 81 Luka-luka
Sementara itu, untuk penumpang truk ada dua orang yaitu JH dan MA.
Sedangkan untuk truk diamankan di Mapolresta Pangkalpinang, pupuk yang diangkut telah dipindahkan ke mobil lain.
Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pangkalpinang menetapkan sopir truk berinisial RP (22) sebagai tersangka terkait kasus kecelakaan lalu lintas di Simpang Lampu Merah Kompleks Kantor Gubernur Bangka Belitung (Babel), Senin (27/4/2026) kemarin.
Sebanyak tiga orang meninggal dunia, saat kejadian mengendarai kendaraan roda dua.
Penetapan tersangka setelah adanya gelar perkara Satlantas Polresta Pangkalpinang pasca kejadian.
"Iya, tadi malam kita sudah lakukan gelar perkara dihadiri Kasat Lantas dan sejumlah anggota unit Laka Lantas," kata Kapolresta Pangkalpiang Kombes Pol Max Mariners, Selasa (28/4/2026) pagi.
Lebih lanjut ia menyebut, penetapan tersangka ini berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian hingga adanya rekaman video atau CCTV terkait kronologis kejadian tabrakan.
"Setelah kita ambil kesimpulan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi dikarenakan kelalaian pengemudi truk yang menerobos lampu merah dengan kecepatan tinggi," terangnya.
"Akibat pengemudi truk mengemudi dengan kecepatan tinggi, saat melakukan pengereman mendadak, mobil truk menjadi oleng dan akhirnya terbalik," ungkapnya.
Pihaknya menegaskan, proses hukum terus berjalan dan telah menyusun langkah tindak lanjut yang tegas terhadap kasus ini.
Terutama melaksanakan proses penyidikan secara menyeluruh, menetapkan tersangka dan segera melakukan penahanan dan mengambil hasil visum et repertum untuk kepentingan bukti.
"Untuk langkah selanjutnya penyidik Satlantas juga akan memeriksa saksi ahli, termasuk dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan selanjutnya melengkapi seluruh berkas perkara agar dapat segera dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut," tegasnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy/Adi Saputra)