TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - HDCI Bandung bersama Yayasan Insan Rabani terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak yatim dan kaum dhuafa melalui program anak asuh yang telah berjalan cukup lama.
Program ini menyasar anak-anak yang kehilangan ayah atau ibu serta mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Hasilnya, tak sedikit anak asuh yang berhasil meraih prestasi hingga menempuh pendidikan tinggi dan berkarier di berbagai bidang, seperti sarjana, dokter, hingga profesional lainnya.
Salah seorang pendiri Yayasan Insan Rabani, H Budi Karyawan, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari gerakan HDCI Bandung dalam berbagi untuk negeri.
“Banyak alumni anak asuh HDCI Bandung dan Yayasan Insan Rabani yang kini sudah mengabdi untuk negeri di bidangnya masing-masing,” ujarnya.
Salah satu alumni, Hasbi, yang mengikuti program pada 2016-2017, mengaku sangat terbantu secara finansial selama menjadi anak asuh.
“Alhamdulillah secara finansial terbantu karena setiap bulan mendapat santunan. Saat ini saya sudah bekerja sebagai HRD, semoga amal para donatur dibalas setimpal,” katanya.
Hal serupa disampaikan Maya Ananda yang menjadi anak asuh sejak 2012 hingga 2023. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan, termasuk fasilitas rumah singgah yang tidak hanya mendukung akademik tetapi juga pendidikan agama.
“Saat ini saya melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah di Bandung,” ucapnya.
Muhamad, anak asuh periode 2013-2023, juga merasakan manfaat besar dari program ini. Ia mengaku menemukan sosok ayah pengganti selama mengikuti pembinaan.
“Saat ini saya sedang melanjutkan kuliah di Unwim jurusan manajemen,” katanya.
Resi, alumni lainnya, menyebut program tersebut sangat membantu dari segi ekonomi dan pendidikan. Ia juga mendapatkan pembinaan non-akademik seperti beladiri karate hingga berhasil meraih sabuk hitam.
“Saya berharap program anak asuh HDCI Bandung terus berlanjut agar lebih banyak anak yatim dan dhuafa terbantu,” ujarnya. Resi kini telah lulus sarjana dan berencana melanjutkan ke jenjang magister.
Sementara itu, Helva yang menjadi anak asuh sejak 2019 mengaku mendapatkan banyak manfaat, mulai dari dukungan pendidikan hingga pembinaan karakter. “Semoga para orangtua asuh dan pengurus semakin sukses,” katanya.
Rizal, anak asuh periode 2019-2023, kini telah bekerja di sebuah restoran di Cimahi. Ia mengaku bahagia bisa menjadi bagian dari program tersebut.
“Semoga semua kebaikan yang diberikan mendapat balasan,” ucapnya.
Arif, alumni 2015-2023, mengaku program ini membantunya memahami arti kehidupan sekaligus memperkuat fondasi agama.
“Saya kini bekerja sebagai insinyur teknik sipil di sebuah proyek bendungan di Gorontalo,” katanya.
Tak hanya itu, Aisyah yang juga merupakan anak asuh HDCI Bandung kini telah bekerja di sebuah rumah sakit di Tasikmalaya.
“Selain dukungan pendidikan, kami juga dibekali berbagai keterampilan untuk masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Muhamad Faisal yang kini berprofesi sebagai dokter di Jakarta mengaku sangat berterima kasih atas program tersebut.
“Selama menjadi anak asuh HDCI Bandung, banyak manfaat yang kami rasakan hingga bisa mewujudkan cita-cita,” katanya.
Selain memberikan santunan rutin untuk biaya pendidikan, HDCI Bandung juga aktif menyalurkan bantuan untuk pembangunan masjid di wilayah Purwokerto dan Banyumas.
Program ini diharapkan terus berlanjut dan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan, sekaligus mencetak generasi yang berdaya saing dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sumartoni pengasuh di HDCI rabani juga bersyukur banyak anak asuhnya yang kini berhasil dalam berkarier.(*)