BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangka Tengah, Eva Algafry, mengajak para perempuan untuk aktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Hal itu disampaikan Eva saat hadir dalam agenda Seminar Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas pada Kelompok Usia Produktif di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bangka Tengah, Kecamatan Koba, Selasa (28/04/2026) kemarin.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin tersebut menjadi langkah deteksi dini potensi sejumlah penyakit, khususnya kanker payudara yang sangat rentan terjadi pada perempuan.
“Kita jangan takut untuk cek kesehatan. Justru dengan pemeriksaan sejak dini, kita bisa mengetahui kondisi tubuh dan risiko penyakit lebih cepat, sehingga penanganannya juga bisa dilakukan lebih awal,” ujar Eva, dalam keterangan yang diterima Bangkapos.com, Rabu (29/4/2026).
Dikatakan Eva, kesadaran perempuan dalam menjaga kesehatan diri merupakan langkah penting untuk menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Disisi lain ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri kondisi sehat yang dimiliki saat ini serta memanfaatkannya untuk hal-hal positif.
“Pada detik ini banyak sekali orang yang berharap sehat seperti kita, pada detik ini juga banyak sekali orang yang bernapas saja harus dibantu dengan alat napas. Oleh karena itu, mari kita gunakan masa sehat kita untuk hal-hal bermanfaat, lebih bermanfaat lagi ilmu yang kita dapatkan dibagikan ke orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bangka Tengah, Diah Vitaloka mengatakan, penyakit kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama bagi perempuan di seluruh dunia, termasuk di Bangka Tengah.
Diah menyebutkan, beberapa jenis kanker yang paling umum dan mematikan bagi perempuan yaitu kanker serviks, kanker payudara, ataupun kanker ovarium.
“Kanker tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan utama yang kita hadapi. Namun kabar baiknya, dengan kemajuan ilmu kedokteran, deteksi dini dan skrining dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan secara signifikan,” ungkapnya.
Diah juga menyoroti masih rendahnya kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Ia menyebutkan bahwa banyak perempuan enggan melakukan skrining karena takut, kurang informasi, hingga faktor biaya dan stigma sosial.
“Ibu-ibu, jangan takut untuk memeriksakan diri. Apalagi saat ini banyak layanan skrining yang difasilitasi pemerintah secara gratis. Mari kita jaga kesehatan agar tetap sehat, aktif, dan produktif,” tuturnya.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)