Bukan Semarang, Kota Kecil di Jawa Tengah Ini Sukses Tarik Investasi Terbesar
khoirul muzaki April 29, 2026 02:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Kabupaten Batang semakin bertaring sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. 


Pada triwulan I tahun 2026, arus investasi asing yang masuk ke daerah ini melonjak tajam hingga mencapai Rp 3,67 triliun.

Ini mengantarkan Batang menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah.


Dominasi Penanaman Modal Asing (PMA) itu menjadi sinyal kuat bahwa Batang kini dipandang sebagai kawasan strategis bagi investor global untuk mengembangkan industri dan bisnisnya di Indonesia.


Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, total realisasi investasi Kabupaten Batang pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp3,88 triliun. 


Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari PMA sebesar Rp3,67 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp202,6 miliar.


Besarnya investasi asing yang masuk tidak terlepas dari keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Batang Industrial Park (BIP) yang terus berkembang menjadi pusat industri baru di Pantura Jawa.


Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Kabupaten Batang, Sri Cahyaningrum, mengatakan Batang memiliki daya tarik kuat karena didukung kesiapan kawasan industri, kemudahan perizinan, hingga dukungan pemerintah daerah terhadap investor.

 


“KEK dan Batang Industrial Park menjadi kekuatan utama kami dalam menarik investor. Potensi investasi yang sudah masuk dalam pipeline bahkan mencapai Rp18 triliun,” kata Sri Cahyaningrum kepada Tribunjateng, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: 1411 Orang Dewasa di Wonosobo Ikut Sekolah Online, Lulus Dapat Ijazah


Menurutnya, masuknya investasi dalam jumlah besar akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk membuka lapangan pekerjaan baru dan memperkuat sektor industri di Kabupaten Batang.


Pemkab Batang pun terus bergerak memperkuat iklim investasi agar investor yang sudah masuk dapat segera merealisasikan proyeknya. 


Satu di antaranya langkah yang tengah disiapkan yakni penyusunan Peraturan Bupati tentang petunjuk teknis pemberian insentif dan kemudahan investasi daerah.


Regulasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Perda Nomor 1 Tahun 2025 yang bertujuan memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor.


“Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi investasi, termasuk dukungan infrastruktur dan penyederhanaan layanan perizinan,” jelasnya.


Dengan capaian fantastis di awal tahun ini, Pemerintah Kabupaten Batang optimistis target investasi sebesar Rp 7 triliun pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan dalam RKPD. (Ito) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.