Alasan Kemenhub Sidak Pool Taksi Hijau Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Vs KRL, Ada Temuan
Musahadah April 29, 2026 02:50 PM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap alasan Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi hijau Green SM Indonesia di Bekasi pada Selasa (28/4/2026) malam.

Inspeksi mendadak dipimpin Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan beserta jajarannya. 

Sidak ini dilakukan menyusul insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) malam.

Sebelumnya. ramai dikabarkan kalau kecelakaan yang merengut 16 nyawa itu dipicu adanya taksi hijau yang mogok di pelintasan sebelum akhirnya ditabrak KRL yang melintas. 

Meski tak ada korban jiwa, tabrakan taksi dan KRL ini membuat perjalanan kereta lainnya terganggu sampai akhirnya KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Baca juga: Sopir Taksi Hijau yang Dituduh Picu Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Tak Bisa Disebut Terobos Palang

Kedatangan jajaran Kemenhub ke pool taksi hijau ingin memastikan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) dipenuhi oleh Green SM.

Aan beserta jajarannya memeriksa kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional, hingga aspek keselamatan lainnya.

Ada beberapa temuan yang nantinya didalami oleh Kemenhub.

“Kami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum telah dijalankan sesuai ketentuan. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut,” ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (29/4/2026).

Selain kendaraan, kesehatan pengemudi juga diperiksa.

Aan menegaskan, pemeriksaan menyeluruh untuk menjamin keselamatan berkendara.

"Dalam penyelenggaraan angkutan umum, terdapat sejumlah elemen keselamatan yang harus dipenuhi sesuai SMK PAU. Sidak ini untuk memastikan seluruh aspek tersebut dijalankan, mulai dari pemeriksaan kendaraan sebelum operasi hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi," jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi akan melakukan evaluasi terhadap pihak perusahaan taksi Green SM yang diduga sebagai penyebab awal kecelakaan tersebut.

Pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian imbas kecelakaan kereta antara Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi, Jawa Barat.

"Termasuk dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," kata Teddy dikutip dari Instagram @sekretariat.presiden, Selasa (28/4/2026).

DPR Dukung Evaluasi Taksi Hijau

Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto mendukung langkah pemerintah untuk turut mengevaluasi armada taksi Green SM, menyusul kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Politikus PDI-P itu menilai evaluasi tersebut penting dilakukan, untuk memastikan ada atau tidaknya gangguan teknis pada taksi yang diduga kuat terlibat dalam insiden tersebut

“Jika perlu, lakukan inspeksi menyeluruh terhadap armada taksi listrik untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna,” ujar Sofwan, Selasa (28/4/2026).

Sofwan bahkan meminta pemerintah menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat terkait dugaan gangguan pada armada taksi listrik.

Menurut dia, perlu ada klarifikasi apakah taksi yang berada di perlintasan saat kejadian mengalami kendala teknis hingga berhenti di tengah rel.

“Apakah taksi yang ditabrak di perlintasan Bekasi Timur mengalami kendala teknis sehingga berhenti di tengah rel,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Sofwan juga menyoroti pentingnya mengungkap pemicu awal kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL, taksi, dan KA Argo Bromo Anggrek, serta mengevaluasi sistem mitigasi kecelakaan di stasiun-stasiun padat.

Dia mendesak Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar menginvestigasi menyeluruh kasus kecelakaan tersebut.

“Sistem monitoring digital dan petugas kok bisa gagal mendeteksi atau mengantisipasi Kereta Argo Bromo agar tidak melaju dan menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di stasiun?” ujar Sofwan.

Sopir Taksi Diperiksa Polisi

Di bagian lain, Polda Metro Jaya kini tengah melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait insiden kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyelidikan itu untuk mendalami apakah ada dugaan kelalaian sehingga terjadinya kecelakaan maut itu.

"Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” kata Budi Hermanto dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Penyelidikan itu mulai dari memeriksa saksi hingga olah TKP.

Adapun saksi yang diperiksa yakni sopir taksi online hingga masinis kereta api.

Hal tersebut guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Pernyataan Manajemen Taksi Hijau Green SM

Sebelumnya, manajemen taksi hijau Green SM Indonesia memberikan klarifikasi terkait insiden kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.

Melalui akun Instagram resminya pada Selasa (28/4/2026), pihak Green SM menyatakan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang sebagai bentuk dukungan terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis manajemen Green SM dalam pernyataannya.

Pihak perusahaan juga menegaskan memberikan perhatian penuh terhadap insiden yang melibatkan salah satu armada taksinya tersebut dan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru sesuai informasi yang telah terverifikasi.

Sebelumnya, Direktur Utara PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengungkapkan dugaan awal kecelakaan bermula dari adanya temperan taksi berwarna hijau di perlintasan sebidang JPL 85 yang mengganggu sistem operasional perkeretaapian di area Stasiun Bekasi Timur.

Ia menjelaskan gangguan tersebut diduga membuat rangkaian KRL berhenti di jalur, sebelum akhirnya dari arah belakang melintas KA Argo Bromo Anggrek yang kemudian menabrak rangkaian KRL tersebut.

Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.