Duka Anies Baswedan di Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Soroti Evaluasi dan Keselamatan Transportasi
Tribun-video April 29, 2026 04:42 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menewaskan belasan orang.Mantan Rektor Universitas Paramadina (2007–2015) itu juga mendoakan para korban meninggal agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.Ungkapan duka tersebut disampaikan melalui akun media sosial X @aniesbaswedan pada Selasa (28/4/2026).Dalam unggahannya, Anies menuliskan pesan, doa, dan keprihatinan mendalam atas para korban meninggal maupun luka-luka.Ia juga menyoroti fakta bahwa seluruh korban tewas dalam insiden tersebut adalah perempuan."Innalillahi wa inna ilaihi raji\'un.Berduka mendalam mendengar kabar kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Menurut informasi terakhir, peristiwa ini telah merenggut 14 nyawa dan melukai puluhan korban lainnya. Sesak rasanya mendengar keterangan Basarnas bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan, terlebih saat membaca kesaksian dari mereka yang mengenal para korban.Semoga para korban yang gugur diterima di sisi terbaik Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta para korban luka segera dipulihkan kesehatannya. Dalam situasi seperti ini, prioritas pertama tentu evakuasi, penyelamatan, serta penanganan para korban."Dalam unggahan tersebut, Anies juga menjelaskan kronologi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.55 WIB.Ia berharap insiden tersebut dapat diinvestigasi dan dievaluasi secara menyeluruh agar tidak terulang di kemudian hari.Anies menegaskan bahwa fokus utama bukan mencari pihak yang disalahkan, melainkan mencari solusi dan perbaikan sistem ke depan.Ia juga menilai perlu adanya pembenahan pada sejumlah aspek, mulai dari perlintasan, transportasi taksi, hingga kebijakan pemerintah daerah."Terakhir, mungkin yang terpenting, semoga peristiwa ini bisa diinvestigasi dan dievaluasi secara menyeluruh. Bukan untuk mencari siapa yang paling salah, karena tidak ada satu pun pihak yang menghendaki kecelakaan ini terjadi. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari, baik di Bekasi maupun di daerah lain.Banyak hal yang masih bisa diperbaiki, mulai dari praktik internal armada taksi, pengelolaan perlintasan tidak resmi oleh Pemda, hingga sistem peringatan dini yang lebih efektif bagi kereta terhadap gangguan pada lintasan."Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969 itu juga menekankan pentingnya pembelajaran dari industri penerbangan yang dinilai lebih konsisten dalam evaluasi keselamatan.Ia menyebut kecelakaan kereta di Bekasi Timur sebagai peristiwa yang terlalu mahal jika tidak dijadikan pelajaran."Kita bisa belajar dari industri penerbangan dunia yang konsisten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kecelakaan, lalu menjadikan hasilnya sebagai bahan perbaikan standar yang berlaku global."Menutup pernyataannya, Anies mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban dan memberikan dukungan kepada para petugas yang sedang menangani proses evakuasi dan pemulihan."Mari sama-sama mendoakan para korban beserta keluarganya, sekaligus memberi dukungan kepada para aparat yang sedang menuntaskan penanganan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT"(Tribun-Video.com)Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Duka Anies Baswedan: Terlalu Mahal jika Tak Dijadikan Pelajaran, https://www.tribunnews.com/nasional/7822910/kecelakaan-kereta-di-bekasi-timur-duka-anies-baswedan-terlalu-mahal-jika-tak-dijadikan-pelajaran?page=all&s=paging_new.Program: Tribunnews UpdateHost: Alinda PancaEditor Video : Ramadhan Aji PrakosoUploader: Radifan Setiawan
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.