Laporan wartawan TribunbunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Faridah Utami (50), salah satu korban tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, dimakamkan di pemakaman Dukuh Beji, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Rabu (29/4/2026).
Almarhumah dimakamkan tepat di samping makam ayahnya.
Puluhan tetangga dan kerabat silih berganti mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
Faridah merupakan anak keempat dari enam bersaudara.
Ia meninggalkan tiga anak dan dua cucu.
“Dimakamkan di samping bapak,” kata Farid Rojab, kakak kandung korban.
Selain di samping ayahnya, almarhumah juga dimakamkan di dekat adiknya yang meninggal pada tahun 2020.
Faridah menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang menabrak rangkaian kereta rel listrik rute Kampung Bandan-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Kejadian ini terjadi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.
Sebelum kejadian tersebut, Faridah pada pagi harinya pamit pulang dari Boyolali.
Kemudian keluarga mendapat kabar adanya kecelakaan itu pada malam harinya.
Baca juga: Insiden Maut Kereta di Bekasi, Faridah Pagi Pulang dari Boyolali, Malam Dikabari Meninggal
Faridah merupakan staf Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Kakak kandung korban, Farid Rojab, mengungkapkan bahwa sebelum menjadi korban kecelakaan, Faridah sempat pulang ke rumah orang tuanya tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
Momen tersebut menjadi kenangan terakhir yang begitu membekas bagi keluarga.
Ia dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi terhadap pekerjaannya.
Kepulangannya ke Boyolali kali ini terbilang singkat.
Setelah bersilaturahmi, ia kembali ke Jakarta untuk kembali bertugas pada Selasa (28/4/2026).
Namun nahas, dalam perjalanan kembali ke Jakarta, Faridah menjadi korban kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa tragis itu terjadi saat ia hendak berpindah dari kereta jarak jauh ke KRL tujuan Tambun.
Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL, yang mengakibatkan belasan korban meninggal dunia.
Baca juga: Cerita Sedih Yatno, Balik ke Wonogiri Makamkan Belahan Jiwa yang Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi
Menurut Farid, kepulangan adiknya kali ini terasa berbeda dibanding sebelumnya.
Padahal, Faridah juga sempat pulang saat momen Lebaran.
“Padahal sebelumnya Lebaran juga pulang. Pulang, sama saya juga ketemu. Nah kemudian pulangnya yang terakhir itu nggak ada yang tahu. Nggak tahu tiba-tiba ke rumah, kaget Mbah itu,” bebernya.
Selama berada di Boyolali, Faridah juga sempat berpamitan kepada ibunya dan mengunjungi kakaknya di Kecamatan Teras.
“Tidak lama, karena Selasanya dia mau kerja lagi,” pungkas Farid.
(*)