Citra Pamit Ujian pada Keluarga di Jambi sebelum Kecelakaan Kereta di Bekasi
Mareza Sutan AJ April 29, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Duka mendalam dirasakan keluarga Nur Alimatun Citra Lestari, mahasiswi asal Jambi yang menjadi korban kecelakaan kereta api di Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.

Jenazah almarhumah tiba di rumah duka di Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, pada Rabu (29/4/2026) pagi.

Sebelum peristiwa tragis tersebut, almarhumah sempat berpamitan kepada keluarga untuk mengikuti ujian di kampus.

Kakak kandung korban, Anggi Alhakim, menyebut komunikasi terakhir terjadi pada Senin (27/4) pagi.

"Itu dia bilang akan mengikuti ujian di kampus STMA Trisakti," kata Anggi saat diwawancarai, Rabu pagi.

Nur Alimatun Citra Lestari diketahui merupakan mahasiswa aktif di Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti.

Setelah komunikasi tersebut, keluarga tidak lagi bisa menghubungi korban, sehingga mulai merasa khawatir karena Citra tidak kunjung pulang.

"Jadi terakhir Senin itu saya masih bisa berkomunikasi sama adik saya," ujarnya.

Keluarga kemudian berupaya mencari keberadaan korban dengan menghubungi nomor ponselnya serta menelusuri sejumlah lokasi.

Pencarian berlanjut hingga keesokan hari, hingga akhirnya keluarga mendapat informasi dari pihak kepolisian.

"Atas arahan pihak kepolisian, keluarga kemudian mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk memastikan keberadaan adik saya," katanya.

Setelah penantian sekitar 19 jam, keluarga menerima kabar duka.

Berdasarkan hasil identifikasi forensik dan tes DNA, Citra dipastikan menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan KRL tersebut.

Pribadi Ceria

Anggi mengenang sang adik sebagai sosok yang ceria, mudah bergaul, dan disukai banyak orang.

"Semasa hidupnya, Citra dikenal sebagai pribadi yang ceria dan mudah bergaul. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam," tutupnya.

Hal senada disampaikan Sulis, teman almarhum semasa bersekolah di SMA Negeri 10 Kota Jambi.

Ia menyebut Citra dikenal ramah dan aktif berinteraksi dengan teman-temannya.

"Saat di kelas itu selalu nyambung sama teman-teman lain," katanya.

Ia mengaku mengetahui kabar duka tersebut dari media sosial dan grup WhatsApp alumni.

"Iya, dari media sosial, tapi ada juga dari grup WhatsApp," ujarnya.

Saat jenazah tiba, Sulis melihat kondisi almarhum masih utuh meski tubuhnya tampak membiru.

"Kami mendengar kabar teman meninggal, tentu sangat kaget," pungkasnya.

Jenazah tiba di Jambi sekitar pukul 08.15 WIB setelah diberangkatkan dari Jakarta pukul 06.00 WIB.

Setibanya di rumah duka, jenazah dimandikan kembali, sementara warga membaca yasin dan tahlil.

Sekira pukul 11.00 WIB, Wali Kota Jambi Maulana bersama jajaran hadir untuk menyampaikan belasungkawa.

"Kami merasakan betul rasa duka tersebut. Kami hadir untuk memastikan hak-haknya almarhumah," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan almarhumah.

"Kami berdoa agar almarhumah diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT," ucapnya.

Selain itu, ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

"Keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kesehatan," lanjutnya.

Jenazah dimakamkan setelah salat zuhur. Prosesi pemakaman berlangsung haru dan dihadiri keluarga, kerabat, serta sejumlah pejabat daerah.

Masinis dan Sopir Diperiksa

Sementara itu, polisi akan memeriksa masinis KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terkait kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.

Selain itu, sopir taksi yang diduga terlibat juga akan dimintai keterangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kemungkinan unsur kelalaian maupun faktor teknis dalam insiden tersebut.

"Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP," kata Budi, Rabu (29/4).

Penyelidikan juga akan melibatkan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang, dengan total korban mencapai 106 orang.

"Total korban 106 dengan rincian 90 pasien kondisi luka di mana 44 pasien sudah kembali dan 46 pasien observasi, serta 16 orang meninggal dunia," ujar Budi.

Para korban dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

PT KAI juga telah menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban.

"KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121," ujar Direktur Utaja PT KAI Bobby Rasyidin.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba turut menyampaikan duka cita kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat," ucap Anne.

(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

 

Baca juga: Jadwal Masuk Asrama hingga Keberangkatan Jemaah Haji asal Jambi

Baca juga: Warga Kenali Asam Bawah Tunggu Air Semalaman, tapi tak Kunjung Nyala

Baca juga: Identitas Korban Kecelakaan KRL Bekasi yang Teridentifikasi asal Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.