TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi menyampaikan bahwa kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji asal Jambi dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji pada 5 Mei 2026 sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Bidang Haji dan Umrah serta Pelayanan Haji Kementerian Haji Provinsi Jambi, Majdi, menjelaskan bahwa jemaah yang tergabung dalam Kloter 13 BTH Batam akan mulai diterima pada pagi hari.
“Insyaallah nanti pada tanggal 5 Mei itu kloter pertama kita Jambi yang termasuk dalam kloter ke-13 BTH Batam.
"Jemaah akan masuk pukul 08.00 pagi dan dilakukan penerimaan oleh Pemerintah Kota Jambi,” katanya.
Ia menerangkan, setelah proses penerimaan, jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan melalui layanan one stop service selama kurang lebih tiga jam.
Dalam tahapan ini, jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas menjadi prioritas.
“Kita memprioritaskan jemaah lansia atau disabilitas, karena kita harus memikirkan kesehatan jemaah dan itu harus didahulukan,” tuturnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, jemaah juga akan menerima dokumen perjalanan seperti paspor, tiket pesawat, serta kartu nusuk, sebelum diarahkan ke kamar masing-masing sesuai manifest keberangkatan.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, panitia telah menyiapkan 20 petugas khusus pendamping lansia.
“Sudah ada kita siapkan petugas lansia sebanyak 20 orang yang memahami terkait perawatan lansia,” jelasnya.
Majdi menambahkan, pada malam hari 5 Mei akan digelar seremoni pelepasan sebelum jemaah diberangkatkan ke Bandara Sultan Thaha Jambi.
Selanjutnya, pada Rabu (6/5/2026) dini hari, jemaah akan terbang menuju Bandara Hang Nadim Batam dan dilanjutkan ke Madinah.
Kloter 13 termasuk dalam gelombang pertama keberangkatan nasional, sehingga jemaah akan lebih dulu menuju Madinah sebelum ke Makkah.
“Karena kloter 13 ini termasuk gelombang pertama, maka jemaah akan menuju Madinah lebih dulu dan melaksanakan ibadah Arbain sekitar delapan sampai sembilan hari,” terangnya.
Untuk kloter selanjutnya, yakni Kloter 19 dijadwalkan masuk asrama pada 11 Mei, disusul hingga Kloter 25.
Jemaah pada gelombang kedua akan diterbangkan melalui Jeddah dan langsung menuju Makkah.
Petugas juga mengingatkan jemaah agar memahami tahapan ibadah haji, khususnya saat puncak pelaksanaan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Karena ketika jemaah tidak bisa hadir di Arafah, maka hajinya tidak sah. Haji itu adalah Arafah,” tegasnya.
Bagi jemaah lansia, disabilitas, atau yang memiliki keterbatasan fisik, pemerintah telah menyiapkan skema murur dan badal lempar jumrah sesuai ketentuan syariah.
Selain itu, jemaah diimbau menjaga larangan ihram hingga tahallul sempurna agar tidak terkena kewajiban dam.
“Jangan sampai setelah tahallul awal, jemaah melanggar larangan ihram, karena itu bisa dikenakan dam yang sangat berat,” pungkasnya.
Dibagi Dua Kloter
Sebanyak 211 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Batang Hari akan diberangkatkan dalam dua kloter berbeda, yakni pada 17 dan 19 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Batang Hari, Helmi, mengatakan sebanyak 210 jemaah tergabung dalam Kloter 23 bersama jemaah dari Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, dan Merangin.
"Untuk Kloter 23 ini, jemaah kita bergabung dengan jemaah dari Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, dan Merangin," katanya.
Sementara satu jemaah lainnya masuk dalam Kloter 24 bersama jemaah dari Tanjung Jabung Barat, Merangin, Tebo, Kerinci, dan Sungai Penuh.
Ia menyebut, jadwal keberangkatan Kloter 23 direncanakan pada 17 Mei 2026, sedangkan Kloter 24 menyusul pada 19 Mei 2026.
"Jadwalnya sudah ditetapkan. Saat ini kami terus melakukan konsolidasi dengan para jemaah untuk memastikan seluruh persiapan berjalan lancar," tegasnya.
Helmi juga mengimbau seluruh calon jemaah agar menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.
"Dengan kondisi fisik yang prima, diharapkan para jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar," pungkasnya.
(Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto, Khusnul Khotimah)
Baca juga: Warga Kenali Asam Bawah Tunggu Air Semalaman, tapi tak Kunjung Nyala
Baca juga: Dua Pelaku Pembunuhan di Alam Barajo Jambi Ditangkap Polisi
Baca juga: Setelah Banjir Merangin, Warga Sulit Dapat Air Bersih, Jembatan Nyaris Putus