Sambut May Day, Elemen Masyarakat Gedongtengen Ikut Kawal Kondusivitas Kawasan Malioboro
Muhammad Fatoni April 29, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan Malioboro dan sekitarnya dipastikan tetap kondusif menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 mendatang.

​Guna memastikan keamanan dan kenyamanan di jantung wisata Yogyakarta tersebut, berbagai elemen masyarakat di Kemantren Gedongtengen menggelar apel bersama lintas sektoral di kantor kemantren setempat, Rabu (29/4/2026) sore.

Langkah ini diambil mengingat posisi strategis Gedongtengen yang bersinggungan langsung dengan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus pariwisata.

​Kapolsek Gedongtengen, AKP Yuliyanto, menyampaikan apel merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, hingga organisasi kemasyarakatan. 

​"Apel bersama ini bentuk kolaborasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Gedongtengen. Seluruh elemen masyarakat lintas komunitas, organisasi dan masyarakat juga hadir. Kami berkomitmen bersama," ungkapnya.

Senada, Mantri Pamong Praja Gedongtengen, Pargiyat, menekankan status Gedongtengen sebagai bagian dari kawasan Sumbu Filosofi membawa tanggung jawab besar dalam menjaga citra Yogyakarta di mata wisatawan.

​Pihaknya memastikan koordinasi berkelanjutan akan terus dilakukan, mulai dari patroli terpadu hingga briefing rutin antar unsur keamanan di tingkat akar rumput.

​"Sinergi ini akan terus kami perkuat demi menjaga kenyamanan masyarakat dan wisatawan di Kota Yogyakarta," tegasnya.

Baca juga: Ribuan Warga Gelar Aksi Damai dan Deklarasi Jaga Jogja dengan Cinta di Titik Nol Kilometer

Kondusif

​Sementara, Anggota DPRD Kota Yogyakarta yang juga tokoh masyarakat Gedongtengen, Ipung Purwandari, turut memberi catatan penting terkait momentum May Day. 

Ia mengingatkan, meski hak berpendapat dijamin sepenuhnya oleh negara, namun pelaksanaan segala aksi tidak diperbolehkan mencederai ketertiban umum.

​"Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap hak aspirasi teman-teman buruh. Tapi, tetap harus dijaga, supaya aksi berlangsung kondusif," ujarnya.

​Ia berharap seluruh elemen masyarakat bisa menjadi garda terdepan, terutama dalam memberikan rasa aman bagi pelaku usaha perhotelan dan wisatawan yang tengah berkunjung ke Kota Pelajar.

​Ipung pun mengajak semua pihak untuk menggunakan pendekatan budaya yang santun dalam menyikapi potensi gejolak atau perbedaan pendapat di lapangan.

​"Momentum May Day ini merupakan wujud negara hadir menghormati hak untuk berpendapat. Kami harap semua lancar dan aman. Kami ikut menjaga dengan pendekatan budaya yang santun dan ramah," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.