PSM Makassar Tanpa Suporter Jamu Bhayangkara FC, Sekjen Red Gank: Sangat Merugikan
Sudirman April 29, 2026 10:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suporter dilarang datang ke Stadion BJ Habibie menyaksikan laga PSM Makassar vs Bhayangkara FC, Senin (4/5/2026).

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) melarang kehadiran suporter. 

Pertimbangannya situasi keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada awal Mei 2026.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Red Gank, Sadakati Sukma, menilai larangan kehadiran suporter di pertandingan PSM Makassar menjamu Bhayangkara Lampung FC merugikan Juku Eja.

Pasalnya, tim kebanggaannya sedang berjuang lolos dari jurang degradasi.

PSM Makassar masih tertahan di peringkat 14 dengan 31 poin.

Selisih empat poin saja dari Persis Solo sebagai tim teratas zona degradasi.

Baca juga: 28 Pemain PSM Makassar Latihan Jelang Lawan Bhayangkara FC: Sheriddin, Gledson, dan Daffa Absen

Dukungan suporter sangat berarti bagi penggawa PSM Makassar.

"Pasti sangat merugikan (tanpa suporter)," sebutnya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (29/4/2026).

Sadat menyarankan Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSM Makassar harus hadir memberikan penjelasan dan jaminan. 

Panpel perlu meyakinkan Polda Sulsel bahwa dua momen peringatan tersebut tak akan merembes ke pertandingan.

Menurutnya, sangat penting saat ini seluruh stakeholder terkait bisa duduk bersama mencari jalan keluar.

"Kalau kesepakatan suporter dan pihak keamanan saya sudah sering terjadi komunikasi yan baik dengan Polda dan itu salah satu solusi. Duduk bersama kembali," ucap pria asal Kabupaten Sidrap ini.

Tribun-Timur.com telah berusaha meminta konfirmasi Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin terkait larangan kehadiran suporter ini.

Larangan suporter hadir di laga PSM Makassar kontra Bhayangkara FC dikeluarkan oleh Polda Sulsel berdasarkan surat nomor: B/ 1023 /IV/PAM.3.3./2026/Roops.

Surat dikeluarkan pada Rabu (29/4/2026) ditandatangani oleh Karo Ops Polda Sulsel Komisaris Besar (Kombes) Pol Bambang Widjnarko.

Surat tersebut ditujukan kepada Direktur Utama I League Ferry Paulus dan Manajemen PT PSM Makassar.

Adapun pertimbangan kepolisian melarang kehadiran suporter di Stadion BJ Habibie karena situasi keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Pasalnya, jadwal pertandingan berdekatan dengan berbagai kegiatan nasional maupun lokal pada Mei 2026.

Seperti peringatan Hari Buruh 1 Mei atau Mayday, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei.

Selain itu,  konsolidasi aksi menyikapi gaji tenaga honorer, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu yang belum terbayarkan.

Adapula event drag race, UMKM Expo 2026 serta permasalahan internal di pihak Manajemen PSM Makassar yang dapat berdampak pada kerawanan Kamtibmas terhadap keamanan dan keselamatan official dan perangkat pertandingan.

Hal ini tertuang dalam poin dua surat dikeluarkan Polda Sulsel.

Atas berbagai hal tersebut, makanya Korps Bhayangkara ini menyampaikan lanjutan pertandingan Super League pekan ke-30 (31) antara PSM Makassar vs Bhayangkara FC dapat digelar di Stadion Gelora BJ Habibie Kota Parepare, tapi tanpa dihadiri oleh penonton/suporter.

Tekad Bangkit

Gelandang PSM Makassar Rifky Dwi Septiawan tak ingin larut dalam kekalahan.

PSM Makassar belum lama ini harus menderita kekalahan dua gol tanpa balas dari Bali United pada, Senin (27/4/2026).

Kekalahan tersebut telah dilupakan oleh Rifky Dwi Septiawan.

Mantan pemain Tim Nasional (Timnas) U-23 Indonesia ini menatap ke depan dengan tekad dan ambisi tinggi.

Rifky Dwi yakin PSM Makassar bisa kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Bhayangkara Lampung FC pada pekan 31 Super League 2025/2026.

Pertemuan kedua tim akan berlangsung di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (4/5/2026) pukul 16.30 Wita.

“Saya yakin dengan semangat yang ada melawan Bhayangkara FC di laga home, kami wajib dan yakin meraih tiga poin,” tegasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.