Jakarta (ANTARA) - Atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadikan medali emas pertamanya dalam Asian Beach Games Sanya 2026, di China sebagai motivasi tambahan untuk mengejar prestasi lebih tinggi pada turnamen berikutnya.

Perempuan asal Bali itu merebut emas perdana bagi Indonesia pada ajang tersebut, bersama Kadek Adi Asih dalam kategori speed relay putri, yang diselenggarakan di Tianya Haijiao Venue Claster, Rabu malam WIB.

"Ini Asian Beach Games pertama saya dan langsung merebut emas," kata Desak seusai perlombaan.

Dia menyatakan, fokus akan ditingkatkan dalam menghadapi sejumlah kejuaraan dunia atau internasional, termasuk Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang pada September, serta berbagai persiapan untuk Olimpiade Los Angeles 2028.

"Semoga menjadi awal yang baik untuk target berikutnya," ujar perempuan lajang itu.

Dalam multievent olahraga pantai tersebut, Desak Made/Kadek Asih memulai perjuangan dari babak kualifikasi dengan menempati posisi keempat lewat catatan waktu 14,27 detik.

Performa keduanya meningkat pada semifinal saat menyingkirkan pasangan China, Yafei Zhou Yafei/Lijuan Deng, dengan waktu 13,174 detik, sekaligus memecahkan rekor dunia nomor speed women's relay.

Momentum positif berlanjut pada partai final (big final), ketika pasangan itu mengalahkan wakil Korea Selatan Jimin Jeong/Hanaerum Sung dengan catatan waktu 13,76 detik guna memastikan medali emas.

Untuk mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026 di China, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim total delapan atlet disiplin speed yang terbagi atas masing-masing empat putra dan putri.

Mereka adalah Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto. Sedangkan sektor putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia.

Mereka mengikuti dua kategori perlombaan, yakni speed (individu) dan speed relay (tim). Para wakil Tanah Air itu bersaing dengan peserta dari negara lain, di antaranya China, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.

Dalam lomba panjat tebing speed relay (estafet), perhitungan dilakukan berdasarkan total waktu tim dari awal hingga pemanjat terakhir menyelesaikan lintasan.

Atlet memanjat secara bergantian (relay). Atlet pertama memulai dari start. Setelah mencapai puncak dan menekan tombol timer, atlet berikutnya langsung memulai.

Waktu dihitung terus-menerus dan tidak di-reset setiap pergantian atlet. Jadi yang dihitung adalah waktu kumulatif sejak start pertama sampai atlet terakhir finis. Tim tercepat atau mencatatkan waktu paling rendah dinyatakan sebagai pemenang.