TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persaingan di papan bawah Super League Indonesia kini tak kalah sengit dibanding perebutan gelar juara.
Jika di papan atas terjadi duel tim-tim elite, di zona degradasi justru tersaji pertarungan hidup-mati yang penuh tekanan.
Nama-nama seperti PSBS Biak dan Semen Padang FC mulai mengerucut sebagai kandidat terkuat untuk turun kasta.
Baca juga: Xandro Schenk Blak-blakan Ungkap Ceritanya Didepak Persis Solo, Senang Bisa Kembali ke Eropa
Namun, situasi belum sepenuhnya aman bagi tim lain seperti Persis Solo dan PSM Makassar yang masih berada di zona rawan.
Kemenangan krusial Madura United atas Semen Padang dengan skor 1-0 menjadi titik balik penting.
Gol cepat dari Junior Brandao pada menit ke-15 membawa Madura keluar dari zona degradasi dan kini bertengger di posisi ke-15.
Sebaliknya, Semen Padang semakin terpuruk di peringkat ke-17.
Minimnya konsistensi, peluang terbuang, hingga gol yang dianulir menjadi gambaran musim yang sulit bagi mereka.
Kondisi serupa juga dialami PSBS Biak yang terus tertinggal akibat performa yang tidak stabil.
Baca juga: Adu Psywar, Persija Unggah Poster Tembok Ratapan usai Kalahkan Persis Solo, Kini Dihapus
Meski tidak berada di dua posisi terbawah, Persis Solo dan PSM Makassar belum bisa bernapas lega.
Selisih poin yang tipis membuat posisi mereka sangat rentan.
Persis Solo berada tepat di batas zona degradasi. Inkonsistensi menjadi masalah utama, mampu tampil baik di satu laga, namun gagal menjaga performa di pertandingan berikutnya.
Sementara itu, PSM Makassar menghadapi tekanan lebih kompleks, mulai dari cedera pemain, keterbatasan rotasi, hingga masalah internal tim yang memengaruhi performa di lapangan.
Baca juga: Persis Solo Dipermak Persija Jakarta, Masih Yakin Bertahan di BRI Super League?
Kompetisi yang hanya menyisakan beberapa pertandingan membuat setiap laga menjadi krusial.
Tidak ada ruang untuk kesalahan. Faktor mental menjadi pembeda utama, tim yang mampu tetap tenang di bawah tekanan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.
Secara tren, Semen Padang dan PSBS Biak menjadi tim paling rentan.
Sementara Madura United mulai menunjukkan tanda kebangkitan yang signifikan.
Baca juga: Prediksi Skor Persija Jakarta Vs Persis Solo Menurut 3 Mesin AI : Tuan Rumah Lebih Diunggulkan
Kekalahan dari Persija Jakarta membuat posisi Persis Solo semakin tertekan.
Pelatih Milomir Seslija mengakui timnya tampil cukup baik di babak pertama, namun kehilangan fokus di awal babak kedua.
“Ini kemenangan yang pantas untuk Persija. Kami bermain cukup baik di babak pertama, tapi ada kesalahan di awal babak kedua,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kedalaman skuad Persija yang lebih unggul, sehingga menyulitkan Persis Solo untuk berkembang.
Situasi semakin sulit karena Persis Solo harus menghadapi empat laga berat di sisa musim, yakni melawan:
Dengan waktu istirahat yang singkat, Persis dituntut segera bangkit.
Kemenangan di laga berikutnya menjadi harga mati jika ingin bertahan di kasta tertinggi.
(*)