Tolak Proposal Damai Iran, AS Klaim Rencanakan Serangan Militer 'Singkat dan Dahsyat' ke Teheran
Galuh Palupi April 30, 2026 11:54 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal damai Iran dan berencana melanjutkan blokade mereka di Selat Hormuz.

Trump berencana melanjutkan blokade untuk memaksa Iran menyetujui persyaratan damai AS, terutama permintaan Trump soal program nuklir Iran.

Untuk saat ini, Trump melihat kelanjutan blokade sebagai sumber pengaruh utamanya, tetapi ia akan mempertimbangkan tindakan militer jika Iran tetap tidak mau menyerah. 

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyiapkan rencana gelombang serangan "singkat dan dahsyat" terhadap Iran dengan harapan dapat memecah kebuntuan negosiasi, menurut tiga sumber kepada Axios. 

Setelah serangan tersebut, yang kemungkinan mencakup target infrastruktur, AS akan menekan rezim Iran untuk kembali ke meja perundingan dan menunjukkan lebih banyak fleksibilitas. 

PERANG IRAN VS AS - Foto ilustrasi: Kapal perusak milik AS diusir oleh Iran menjauh dari Selat Hormuz. (Tribunnews.com/US NAVY)

Dan menurut tiga sumber yang mengetahui hal tersebut, Trump belum memerintahkan tindakan militer apa pun hingga Selasa malam. 

Baca juga: Blokade AS Jadi Ancaman Nyata, Warga Iran Mulai Ketakutan Barang-barang Kebutuhan Langka, Harga Naik

Dia menolak untuk membahas rencana militer apa pun dalam wawancara telepon hari Rabu, yang berlangsung sekitar 15 menit.

Iran siap merespons tegas jika blokade berlanjut

Sebuah sumber keamanan senior Iran yang dikutip media pemerintah, PRESS TV, mengatakan pada Rabu bahwa blokade angkatan laut AS "akan segera ditanggapi dengan tindakan nyata dan belum pernah terjadi sebelumnya." 

Sumber tersebut menambahkan, angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan pengekangan untuk memberi kesempatan pada diplomasi. 

Mereka memberi Trump kesempatan untuk mengakhiri perang, namun menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran "meyakini kesabaran memiliki batas dan respons yang tegas diperlukan" jika blokade terus berlanjut.

Pihak Iran telah memperjelas mereka tidak sependapat dengan penilaian Trump bahwa mereka telah dikalahkan.

Sebelumnya, Trump mengatakan negosiasi dengan Iran masih berlangsung dan mengklaim Iran telah membuat kemajuan yang signifikan. 

"Pertanyaannya adalah apakah mereka akan bertindak cukup jauh atau tidak. Saat ini tidak akan pernah ada kesepakatan kecuali mereka setuju tidak akan pernah ada senjata nuklir," kata Trump. (Tribun Style/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.