WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Ada suasana berbeda dirasakan calon penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, setelah kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Penumpang KRL masih merasakan duka mendalam hingga muncul kekhawatiran yang masih membekas.
Amalia, penumpang asal Karawang yang akan menuju Bekasi Timur, merasakan suasana duka saat berangkat bekerja naik KRL.
Baginya, rasanya tidak lagi sama seperti biasanya.
Baca juga: Setiap Hari Naik KRL dari Bekasi ke Jakarta, Kisah Arinjani Novitasari yang Dikenal Pekerja Keras
"Agak berbeda, biasanya semangat berangkat kerja, sekarang rasanya ada yang kosong, mungkin ikut kehilangan," kata Amalia di Stasiun Bekasi Timur, Kamis (30/4/2026).
Riska Navila yang rutin menggunakan KRL ini juga merasa sedih, terutama memikirkan korban tabrakan kereta merupakan perempuan yang berjuang mencari nafkah.
"Sedih ada korban meninggal dunia, 16 perempuan yang berjuang mencari nafkah," ucap Riska.
Baca juga: Penumpang KRL Bawa Bunga ke Stasiun Bekasi Timur, Ungkap Duka setelah Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo
Riska berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang dan mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat berada di perjalanan.
Ia juga menyoroti masih banyak perlintasan kereta ilegal yang dinilainya rawan kecelakaan.
Diketahui, operasional layanan KRL di Stasiun Bekasi Timur atau Cikarang Line saat ini sudah kembali normal. (m37)