Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 161 Lembar Aktivitas 12 Aktivitas Individu Kurikulum Merdeka
Hendri Gusmulyadi April 30, 2026 12:40 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut ini Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 161 Lembar Aktivitas 12 Aktivitas Individu Kurikulum Merdeka.

Proses belajar IPS di kelas 7 tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada latihan yang mendorong pemahaman nyata.

Hal ini tercermin dalam Lembar Aktivitas 12 yang terdapat pada halaman 161 buku Kurikulum Merdeka.

Aktivitas individu ini mengajak siswa untuk mengolah informasi dan menarik kesimpulan secara mandiri.

Pertanyaan yang disajikan dirancang untuk melatih ketajaman berpikir serta kemampuan memahami konteks sosial.

Dalam mengerjakan tugas tersebut, siswa perlu membaca soal dengan cermat agar tidak terjadi kesalahan.

Meski demikian, beberapa bagian soal bisa terasa cukup menantang bagi sebagian siswa.

Untuk itu, kehadiran kunci jawaban dapat membantu sebagai panduan dalam memahami langkah penyelesaian.

Lembar Aktivitas 12: Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang berada di dekat pantai. Mengapa benteng Fort Rotterdam didirikan di dekat pantai?

Kunci Jawaban :

Benteng ini terletak pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Didirikan di pinggir pantai dengan alasan untuk memudahkan pengawasan Benteng Fort Rotterdam didirikan di dekat pantai karena untuk memudahkan pengawasan terhadap kedatangan musuh dari arah pantai.

Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu dari 15 benteng pengawal yang dibangun oleh Kerajaan Gowa-Tallo demi menghadang upaya invasi Belanda.

Pada awalnya, benteng ini disebut Benteng Jumpandang atau Benteng Ujung Pandang. Benteng tersebut dibangun dengan bahan dasar tanah liat.

Lalu, pada 1634, di masa kepemimpinan Sultan Alauddin, konstruksi bangunan benteng ini diganti menjadi batu padas yang diambil dari Pegunungan Karst daerah Maros.

Setelah selesai dibangun, Benteng Ujung Pandang mengalami kerusakan total akibat serbuan VOC di bawah pimpinan Cornelis J. Speelman sekitar tahun 1655 hingga 1669.

Kemudian, di bawah pemerintahan Sultan Hasanuddin, Benteng Ujung Pandang terpaksa harus diserahkan kepada Belanda.

Adapun penyerahan benteng ini merupakan salah satu hasil kesepakatan Perjanjian Bongaya yang terpaksa ditandatangani oleh Sultan Hasanuddin pada 18 November 1667, pasca-kalah dalam Perang Makassar.


Setelah jatuh ke tangan Belanda, nama Benteng Ujung Pandang diganti menjadi Benteng Fort Rotterdam, sesuai nama kelahiran Speelman.

Semenjak jatuh ke tangan Belanda hingga 1930-an, Benteng Fort Rotterdam mengalami perubahan fungsi.

Yang semula berfungsi untuk mengawasi kedatangan musuh dan invasi Belanda, berubah sebagai markas komando pertahanan, kantor pusat perdagangan, kediaman pejabat tinggi, dan pusat pemerintahan.

Benteng Fort Rotterdam pun menjadi pusat kekuasaan kolonial Belanda di Sulawesi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.