13 Tahun Nabung Rp5000 Per Hari, Penjual Peyek di Pasar Wage Purwokerto Berangkat Haji Bareng Suami
rika irawati April 30, 2026 02:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dari uang receh Rp5.000 yang disisihkan setiap hari, mimpi besar Rohiati (53), penjual peyek di Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terwujud.

Rohiati tercatat sebagai jemaah calon haji 2026 Banyumas yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Tekad dan konsistensinya menabung mengantarnya menyempurnakan rukun Islam bersama sang suami.

Perempuan asal Purwokerto itu mengaku, keinginannya menunaikan ibadah haji sudah lama tertanam. 

Namun, keterbatasan ekonomi tak membuatnya menyerah. 

Ia memilih jalan sederhana: menabung sedikit demi sedikit dari hasil berjualan.

"Awalnya, di pasar ada tabungan wisata ke Bali." 

"Tapi, saya pikir, daripada untuk jalan-jalan, lebih baik buat haji saja sama suami."

"Jadi, saya mulai nabung Rp5.000 tiap hari," ujar Rohiati saat ditemui Tribunbanyumas.com, saat acara pelepasan jemaah calon haji di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Diberangkatkan dari GOR Satria Purwokerto, Jemaah Calon Haji Banyumas Dikawal TNI-Polri dan Ambulans

Rohiati mengatakan, kebiasaan menabung ini dimulai tahun 2013. 

Meski nominalnya kecil, Rohiati melakukannya secara rutin tanpa pernah absen.

Selain tabungan harian, ia juga menyisihkan penghasilannya untuk ditabung di bank.

"Kalau di bank, biasanya setor kalau sudah sekitar Rp1 juta per bulan dan rutin."

"Waktu awal daftar, juga bayar sekitar Rp650 ribu di Bank BSI," jelasnya.

Rohiati sehari-hari berjualan peyek di Pasar Wage. 

Ia mulai beraktivitas sejak pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Pelanggannya pun tak hanya pengunjung pasar tetapi juga pegawai kantor-kantor pemerintahan di wilayah Banyumas.

Peyek buatannya memang terkenal enak, tak heran, jualanya cepat ludes. 

Dari hasil jualan tersebut, ia mampu mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak-anaknya.

"Alhamdulillah, cukup untuk makan sehari-hari dan anak-anak sekolah sampai kuliah," katanya.

Baca juga: Alhamdulillah, 1.955 Guru Ngaji dan Marbot di Banyumas Dapat Insentif Rp100 Ribu Per Bulan

Perjalanan panjang menabung selama lebih dari satu dekade itu akhirnya membuahkan hasil. 

Tahun ini, Rohiati bersama suaminya, Agus Waulyo (58), mendapat panggilan berangkat ke Tanah Suci.

Rasa haru dan bahagia tak bisa ia sembunyikan. 

Baginya, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati yang telah lama ia nantikan.

"Senang sekali, rasanya hati ini sudah di sana." 

"Pengin cepat berangkat," ucapnya dengan mata berbinar.

Bahkan, banyak dari teman sesama pedagang tidak menyangka, Rohiati dapat berangkat haji.

Siapkan Mental dan Latihan Jalan-jalan

Menjelang keberangkatan, Rohiati tak melakukan persiapan yang muluk. 

Ia lebih menekankan pada kesiapan mental dan spiritual.

"Persiapannya cuma iman dan niat yang ikhlas," tuturnya.

Meski demikian, ia juga tetap menjaga kondisi fisik. 

Sepulang berjualan, ia rutin berjalan kaki sebagai latihan ringan. 

Sementara, di siang hari, ia masih menyempatkan diri membuat peyek demi memenuhi pesanan pelanggan.

"Pulang jualan pagi, biasanya saya jalan-jalan sebentar."

"Siangnya, masih bikin peyek karena pelanggan masih ada," katanya.

Untuk sementara waktu, usaha peyek yang telah ia jalani bertahun-tahun akan ditinggalkan. 

Namun, Rohiati tak khawatir kehilangan pembeli.

Sebab, pelanggan setianya sudah memahami kondisi tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.