Profil Timnas Amerika Serikat, sang Tuan Rumah Piala Dunia 2026 yang Tertutup Kontroversi
Drajat Sugiri April 30, 2026 04:12 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu negara yang kiprahnya cukup dinantikan publik di Piala Dunia 2026 nanti adalah Timnas Amerika Serikat.

Bukan tanpa alasan Amerika Serikat menjadi salah satu tim yang akan menyedot banyak perhatian penggemar, terutama di kancah domestik sana.

Hal itu lantaran status Amerika Serikat yang merupakan tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko.

Meski masih ada Kanada dan Meksiko, peran Amerika Serikat lebih menonjol dalam status mereka sebagai tuan rumah.

Pasalnya laga puncak Piala Dunia nanti akan digelar di salah satu stadion di negeri Paman Sam tersebut, yaitu MetLife Stadium.

Menyandang status tuan rumah, bagi Amerika Serikat, bak menjadi dua sisi mata uang.

Di satu sisi mereka jelas akan mendapatkan banyak keuntungan lantaran Piala Dunia biasanya menyedot banyak perhatian penggemar dari seluruh dunia.

Baca juga: Profil Timnas Australia di Piala Dunia 2026, Ambisi Socceroos Cetak Sejarah Baru

Kegiatan ekonomi diharapkan bakal melejit seiring berlangsung event sepak bola empat tahunan ini.

Di sisi lain, harapan sangat besar itu bakal menjadi beban tersendiri bagi tim nasional sepak bola mereka.

Antusiasme besar yang menyelimuti diharapkan berbanding lurus dengan prestasi yang akan didapatkan.

Timnas berjuluk The Yanks itu sudah mempersiapkan diri secara matang dan menyeluruh.

Hal itu diawali dengan menunjuk pelatih kenamaan, Mauricio Pochettino seagai juru taktik.

Amerika Serikat tak mau lagi mempercayakan kursi pelatih kepada juru taktik yang kebanyakan berkutat di sepak bola lokal mereka saja.

Pemain AS melakukan pemanasan menjelang pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 antara Belanda dan AS di Stadion Internasional Khalifa di Doha pada 3 Desember 2022. (Raul ARBOLEDA / AFP)
Pemain AS melakukan pemanasan menjelang pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 antara Belanda dan AS di Stadion Internasional Khalifa di Doha pada 3 Desember 2022. (Raul ARBOLEDA / AFP) (AFP/RAUL ARBOLEDA) (foto arsip)

Federasi ingin meningkatkan kualitas timnas mereka dengan mengajak Pochettino yang kaya pengalaman untuk bergabung.

Pochettino ditunjuk sejak 10 September 2024 untuk menangani Ricardo Pepi dan kawan-kawan.

Pengalaman berharga melawan Jepang, Australia, hingga Portugal menjadi pijakan besar bagi mereka.

Bahkan Amerika Serikat berhasil mengalahkan Jepang dan Australia yang digadang punya timnas yang lebih mapan.

Pochettino dengan hati-hati memilih skuad yang akan dipakai di Piala Dunia 2026 mendatang.

Untuk saat ini ia lebih senang memadukan antara pemain muda dan senior untuk mengisi tim.

Nama-nama pemain muda seperti Chris Brady, Alex Freeman, Joe Scally, hingga Ricardo Pepi mulai mencuri perhatian.

Dari semua deretan pemain, tentu saja harapan terbesar ada di benak Christian Pulisic.

Hingga kini, Pulisic masih dianggap pemain yang paling bersinar di kubu Amerika Serikat.

Buktinya, ia bisa menjadi salah satu pemain penting bagi AC Milan, tim raksasa di Liga Italia.

Masih berusia 27 tahun, Pulisic diharapkan terus berkembang menjadi pemain yang lebih matang dan panutan bagi rekan-rekannya.

Ia bakal memikul beban berat menjadi otak dari serangan The Yanks nantinya.

Aksinya bakal disaksikan seantero negeri yang memiliki luas 9,8 juta kilometer persegi itu.

Nantinya, Amerika Serikat akan mengawali langkah di Piala Dunia 2026 dengan berada di Grup D.

Mereka akan bersaing dengan Paraguay, Australia, dan Turki.

Di atas kertas, tak ada lawan yang perlu menjadi kekhawatiran berlebih bagi mereka.

Timnas Amerika Serikat patut optimis untuk setidaknya bisa keluar dari fase grup dan tampil di babak 32 besar.

Menyangkut soal pencapaian, prestasi terbaik mereka terjadi di Piala Dunia 1930 lampau.

Saat itu, Amerika Serikat berhasil menjejak babak semifinal.

Namun perlu diingat, Piala Dunia 1930 memiliki format yang berbeda dengan edisi modern.

Kala itu, mereka langsung melangkah ke semifinal setelah berhasil lolos dari fase grup.

Tak ada babak 16 besar atau 8 besar yang umum dijumpai di turnamen-turnamen besar lainnya.

Meski demikian, tetap saja pencapaian itu menjadi hal luar biasa.

Tantangan bagi tim asuhan Pochettino untuk mengulang sejarah tersebut.

Tercoreng

Sayangnya, segala optimisme yang tercurah kepada Amerika Serikat seperti tertutupi dengan kontroversi yang tercipta di antara mereka.

Pemerintahan Amerika Serikat sendiri yang membuat perjuangan timnas AS seolah tak berarti.

Hal itu lantaran persiapan mereka kalah dari pernyataan dan aksi yang dilakukan Pemerintahan Trump selama beberapa tahun terakhir.

Mulai dari pencekalan dan pelarangan paspor dari beberapa negara, hingga konflik berkepanjangan dengan Iran yang semuanya merembet hingga Piala Dunia 2026.

Sejak beberapa waktu lalu, situasi serba tak pasti ini timbul akibat kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Donald Trump.

Trump menegaskan larangan masuk ke Amerika Serikat bagi warga yang berasal dari 75 negara.

Hal itu didukung juga oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Kristi Noem.

Noem menegaskan Amerika Serikat menutup pintu bagi imigran yang hanya akan menodai perjuangan para pendiri bangsa.

"Saya baru saja bertemu dengan Presiden Trump. Saya merekomendasikan pelarangan penuh kepada negara-negara yang membanjiri kita di sini dengan pembunuh, lintah darat, dan para pecandu narkoba," tulisnya di akun media sosial X.

"Para bapak banga membangun negara ini dengan darah, keringat, dan semangat kebebasan yang luar biasa. Hal itu bukan untuk disalahgunakan para pendatang untuk kepentingan mereka sendiri," paparnya.

Dari panjangnya daftar negara yang warganya dilarang masuk AS, ada beberapa di antaranya yang termasuk peserta Piala Dunia.

Negara seperti Brasil, Maroko, Uruguay, hingga Pantai Gading menjadi beberapa yang akan terkena imbas itu.

Pemerintah AS memang sudah memberikan pengecualian kepada para pemain dan staf yang nantinya akan tampil di Piala Dunia 2026 untuk bisa tetap masuk ke negara super power itu.

Namun pengecualian itu tak berlaku bagi para penggemar dari negara yang sama.

Padahal acara olahraga apapun bakal bergantung pada para penggemar yang akan memeriahkan.

Dukungan dari barisan suporter tersebut juga akan menjadi penyemangat tersendiri bagi para pemain yang bertanding di atas lapangan.

Event Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni - 19 Juli 2026 mendatang.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.