Profil Timnas Maroko Piala Dunia 2026: Hakimi Cs Lanjutkan Momentum Manis dari Qatar
Drajat Sugiri April 30, 2026 04:49 PM

TRIBUNNEWS.COM - Piala Dunia 2026 di Amerika Utara jadi panggung pembuktian timnas Maroko melanjutkan momentum manis yang mereka bangun sejak seri Qatar 2022 lalu.

Achraf Hakimi, Brahim Diaz, hingga Hakim Ziyech yang jadi andalan Maroko mencoba untuk memimpin rekan-rekan setimnya demi menunjukkan bahwa hasil semifinal tahun 2022 lalu bukan hanya karena keberuntungan.

Untuk ketujuh kalinya sepanjang sejarah, dan yang pertama kalinya mencatatkan rekor kelolosan tiga kali berturut-turut, tim berjuluk Singa Atlas datang dengan ambisi yang lebih menyala.

Di bawah langit Amerika, Kanada, dan Meksiko, Maroko tidak lagi dipandang sebagai tim kuda hitam yang hanya numpang lewat.

Mereka adalah raksasa Afrika yang baru dengan membawa  kebanggaan sebuah bangsa yang kini tengah bersiap menjadi tuan rumah bersama untuk edisi 2030 mendatang.

Nahkoda Baru, Ambisi Baru: Era Mohamed Ouahbi

Perubahan mengejutkan terjadi di kursi kepelatihan hanya kurang dari 100 hari sebelum sepak mula Piala Dunia 2026.

Sosok pembuat sejarah, Walid Regragui, resmi digantikan oleh Mohamed Ouahbi pada Maret 2026 mengutip laporan FIFA.

lihat foto
SELEBRASI MAROKO - Pemain Timnas Maroko, Brahim Diaz dan Ayoub El Kaabi, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Zambia pada laga Grup A Piala Afrika 2025 di Stade Prince Moulay Abdallah, Selasa (30/12/2025). (Instagram Timnas Maroko - 30/12/2025)

Keputusan ini mungkin membuat banyak pihak mengernyitkan dahi, namun rekam jejak Ouahbi berbicara lebih keras dari sekadar keraguan.

Pria berusia 49 tahun kelahiran Belgia ini adalah otak di balik kesuksesan Maroko merajai dunia di level junior.

Tahun lalu, Ouahbi mengguncang jagat sepak bola dengan membawa timnas Maroko U-20 menjuarai Piala Dunia U-20 2025 di Cile.

Di partai final, mereka menjinakkan Argentina dengan skor meyakinkan 2-0.

Dua murid kesayangannya, Othmane Maamma dan Yassir Zabiri, menyabet gelar adidas Golden Ball dan Silver Ball.

Baca juga: Profil Timnas Ghana di Piala Dunia 2026 - Dari Kudus ke Semenyo, Black Stars Ganti Tukang Gendong

Dengan latar belakang sebagai pelatih di akademi bergengsi RSC Anderlecht, Ouahbi membawa filosofi permainan yang segar namun tetap menjaga agresivitas yang menjadi identitas Singa Atlas.

Memori Qatar dan Para Punggawa Legendaris

Siapa yang bisa melupakan magis Qatar 2022? Maroko berlari menembus batas yang belum pernah dicapai tim Afrika mana pun yakni lolos babak semifinal.

Sebelum akhirnya dijegal Prancis, anak asuh Regragui saat itu tampil tanpa cela. Mereka menahan imbang Kroasia, menghancurkan Belgia, dan menumbangkan Spanyol serta Portugal di fase gugur.

lihat foto
SELEBRASI - Pesepak bola timnas Maroko, Achraf Hakimi (paling kiri) melakukan selebrasi bersama rekan satu tim setelah mencetak gol saat pertandingan melawan Niger pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika, Sabtu (6/9/2025).

Di skuad saat ini, nama Youssef En-Nesyri tetap menjadi ancaman udara yang mematikan.

Penyerang Fenerbahce ini memegang rekor pencetak gol terbanyak Maroko di Piala Dunia dengan koleksi tiga gol.

Di sisi lain, duet Achraf Hakimi dan Hakim Ziyech tetap menjadi tulang punggung tim.

Keduanya memegang rekor penampilan terbanyak (10 pertandingan) untuk Maroko di Piala Dunia.

Sepak Bola Maroko: Napas dan Warisan Tak Benda

Bagi Maroko, sepak bola bukan sekadar 22 orang mengejar bola di atas rumput hijau sebagaimana merangkum ulasan Visit Morocco.

Dari gang-gang sempit di setiap kota, desa-desa terpencil di pegunungan Atlas, hingga pantai-pantai indah di pesisir Mediterania dan Atlantik, sepak bola ada di sana.

Olahraga ini adalah warisan yang terus diperbarui dan dimodernisasi. Antusiasme fans yang luar biasa mencerminkan cinta tanpa syarat dari anak-anak, perempuan, hingga orang tua.

Derbi Kota Casablanca antara Wydad AC dan Raja Club Athletic menjadi bukti betapa waktu bisa berhenti sejenak demi sepak bola di ibu kota ekonomi tersebut.

Sambutan hangat dari Yang Mulia Raja Mohammed VI kepada para pahlawan bangsa usai Qatar 2022 bukan sekadar seremoni.

Melainkan simbol persatuan atas nilai-nilai keluarga, semangat, dan kebanggaan sebagai Kingdom of Light.

Kini, dengan skuad yang lebih matang dan dukungan jutaan pasang mata, Singa Atlas siap kembali mengaum.

Mereka tidak hanya membawa bola, mereka membawa harapan sebuah benua dan cahaya yang tersembunyi di balik pegunungan Atlas untuk menerangi panggung dunia.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.