Suku Bunga Jangka Panjang Jepang Tembus 2,535 Persen, Tertinggi dalam 27 Tahun Terakhir
Eko Sutriyanto April 30, 2026 05:38 PM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Suku bunga jangka panjang di Jepang mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan 30 April.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun—yang menjadi indikator utama—naik hingga mencapai 2,535 persen.

Menurut Nippon Mutual Securities, angka ini merupakan level tertinggi dalam sekitar 27 tahun terakhir, sejak Februari 1999.

"Ini suku bunga tertinggi pertama kali dalam 27 tahun terakhir ini," ungkap sumber di pialang saham tersebut.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian terhadap masa depan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait situasi geopolitik di kawasan tersebut. 

Ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah di pasar berjangka.

Baca juga: BI Tahan Suku Bunga, HSBC Sebut Rupiah Bisa Lebih Tertekan Jika Dipangkas

Sebagai dampaknya, investor melakukan aksi jual terhadap obligasi pemerintah, yang kemudian mendorong naiknya imbal hasil atau suku bunga jangka panjang.

Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko global, khususnya terkait stabilitas energi dan dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Federal Reserve AS (Fed) mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal AS (FOMC) yang diadakan pada tanggal 29 April kemarin. 

Kenaikan suku bunga jangka panjang AS karena kesadaran akan kemungkinan menunda penurunan suku bunga untuk saat ini karena peringatan inflasi juga telah tumpah ke suku bunga domestik.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.