BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Inovasi transportasi publik berbasis listrik, Mikrotrans Listrik, mendapat respons positif dari warga Banjarmasin.
Selain ramah lingkungan, moda transportasi ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
Hal ini diungkapkan Driver Mikrotrans Listrik, Suparmin. Ia mengatakan membeberkan sejumlah keunggulan Mikrotrans Listrik ini, terutama dari sisi biaya.
"Kalau bedanya, ya jauh lebih enak listrik. Daya tahan baterainya luar biasa, kalau diisi penuh bisa dipakai untuk operasional selama dua hari," ungkapnya.
Perbedaan mencolok dirasakan pada efisiensi biaya. Meskipun kendaraan BBM juga mampu beroperasi selama dua hari, namun biaya yang dikeluarkan untuk pengisian bahan bakar jauh lebih besar, apalagi dengan tren kenaikan harga BBM saat ini.
"Kalau BBM kan harganya terus naik, jadi biayanya lebih besar. Sementara listrik jauh lebih hemat," imbuhnya.
Baca juga: Penumpang Mikrotrans Listrik Ketagihan, Kapasitas 10 Orang dan Uji Coba Gratis Selama 2 Bulan
Untuk melayani mobilitas warga, Mikrotrans Listrik Banjarmasin beroperasi dalam dua shift setiap harinya.
Shift pagi mulai pukul 06.00 Wita, siang pukul 11.30 atau 12.00 Wita, kemudian seluruh armada akan kembali ke kantor pada pukul 18.30 Wita.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo menuturkan, penambahan angkutan listrik tersebut sesuai arahan pemerintah pusat.
"Peralihan dari angkutan konvensional berbahan bakar minyak menjadi angkutan listrik, untuk penghematan energi," paparnya.
Pihaknya menguji coba terlebih dulu Mikrotrans Listrik tersebut, apabila sesuai dan cocok maka akan dilanjutkan.
Hal ini untuk melengkapi kebutuhan angkutan umum di Banjarmasin yang dinilai masih kurang. Terlebih taksi kuning yang dulunya jadi primadona kini seakan hidup segan mati tak mau.
"Pasarnya untuk taksi kuning sudah habis, dari itu Pemko menginovasi angkutan umum tidak hanya berbahan bakar, namun juga angkutan listrik," tutup Slamet. (banjarmasinpost.co.id/mariana)