49 Orang Ikuti Wisuda Perdana UMM, Gubernur Maluku Amanahkan Bangun Daerah Ini Dengan Ilmu
Fandi Wattimena April 30, 2026 05:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Universitas Muhammadiyah Maluku menggelar wisuda perdana Angkatan I untuk 49 wisudawan, yang digelar di LLDikti Wilayah XII, Karang Panjang, pada Kamis (30/4/2026).

Jumlah tersebut ditetapkan berdasarkan SK Nomor 047/KEP/I.3.AU/E/2026 tentang Penetapan Wisudawan.

Dari total lulusan, delapan orang diantaranya ditetapkan sebagai wisudawan terbaik melalui SK Nomor 048/KEP/I.3.AU/E/2026, sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik mereka selama menempuh perguruan tinggi. 

Momen wisuda ini tentu menjadi tonggak awal bagi kampus tersebut dalam mencetak lulusan yang diharapkan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. 

Dalam suasana khidmat, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, hadir dan memberikan sambutan yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. 

Bahwa Maluku memiliki wilayah yang kaya akan sumber daya alam, namun pengelolaan dinilai masih menjadi tantangan. 

“Maluku adalah daerah yang dianugerahi Tuhan dengan kekayaan alam yang luar biasa. Kita kaya akan sumber daya, namun dalam kenyataan kita masih menghadapi berbagai keterbatasan,” ujarnya. 

Baca juga: Kajari Bantah Penyidikan Kasus Bansos Rp 9,7 Miliar di Maluku Tengah Mandek

Baca juga: KM. Sabuk Nusantara 106 Tabrak Pemukiman Warga Banda, Polisi Duga Akibat Kelalaian

Dirinya kemudian mengaitkan hal tersebut dengan salah satu keterbatasan riil yang masih dihadapi Maluku, yakni tingginya disparitas harga komoditas. 

Menurutnya, disparitas harga itu dipengaruhi oleh panjangnya rantai pasok serta ketergantungan distribusi dari luar daerah. 

Sebagai respons atas tantangan itu, Pemerintah Provinsi Maluku tengah merancang pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) yang diharapkan menjadi jawab strategis dalam memperkuat sistem logistik kawasan timur Indonesia. 

MIP itu katanya tidak hanya berfokus pada pelabuhan biasa saja, tetapi menciptakan ekosistem ekonomi terintegrasi yang mencangkup berbagai sektor, yakni dari kawasan ekonomi khusus, pelabuhan perikanan, terminal LNG, hingga pusat pergudangan. 

“Maluku Integrated Port ini adalah mimpi besar kita. Kedepan Pelabuhan ini akan menjadi hub logistik bagi Indonesia Timur hingga Pasifik Barat Daya,” ujarnya. 

Sejalan dengan itu, Lewerissa juga menegaskan sejumlah proyek strategis lainnya seperti pengembangan Blok Abadi hingga hilirisasi komoditas unggulan, akan terus memperkuat pertumbuhan ekonomi Maluku dimasa depan. 

“Kami berharap seluruh program ini dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Maluku kedepan,” 

Dorongan-dorongan pemerintah itu ajak Lewerissa untuk para lulusan dapat kembali dan mengambil peran yang lebih rill dalam pembangunan daerah, dengan mengedepankan ilmu pengetahuan, semangat, dan integritas. 

“Kepada Maluku, kalian harus kembali berkarya. Bangun daerah ini dengan ilmu, semangat, dan integritas yang kalian miliki,” pesannya.  

Hadir dalam cara ini yakni, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, perwakilan Forkopimda Provinsi Maluku, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wakil Bupati Seram Bagian Timur, Plt. Kepala LLDikti Wilayah XII Maluku–Maluku Utara, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Rektor Universitas Darussalam, Rektor IAKN, serta pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.