WARTAKOTALIVE.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth diserang oleh rakyatnya sendiri saat menghadiri rapat pertanggungjawaban di Kongres AS pada Rabu (29/4/2026).
Hegseth terlihat memasuki ruang rapat Komite Angkatan Bersenjata Kongres AS untuk menjalani rapat pertanggung jawaban.
Namun sebelum masuk ke ruang rapat, sejumlah warga AS menyerbu Hegseth. Mereka memprotes keputusan AS yang menyerang Iran tanpa alasan.
Puluhan warga itu mengerubungi Hegseth yang terus berjalan ke dalam ruangan rapat.
Warga itu bahkan memaki Hegseth karena telah membunuh anak-anak Iran yang tengah bersekolah di hari pertama serangan AS pada 28 Februari 2026 lalu.
“Kenapa anda membunuh anak-anak tidak berdosa? Apa anda tidak malu sudah membunuh orang tidak bersalah?” kata pengunjuk rasa memaki Hegseth.
Para pengunjuk rasa juga kemudian menyinggung soal kematian tentara AS dalam perang tak guna tersebut.
Mereka juga protes tentang uang rakyat AS yang harus terbuang sia-sia hanya untuk perang yang merugikan.
Hegseth pun mengabaikan teriakan para pengunjuk rasa. Anak buah Donald Trump itu terus berjalan ke dalam ruang rapat.
Dimuat Al Jazeera, di dalam ruang rapat Hegseth pun harus dibantai habis-habisan dengan rentetan pertanyaan anggota Kongres AS terkait dengan perang Iran.
Baca juga: Detik-detik Truk Diduga Ban Bocor Nyaris Tabrak Puluhan Kendaraan di Slipi Petamburan
Pasalnya untuk pertamakalinya Pentagon secara terbuka menyebutkan biaya perang sejauh ini sebesar $25 miliar atau setara Rp433 triliun lebih.
Hegseth juga membela permintaan bersejarah Gedung Putih untuk anggaran pertahanan sebesar $1,5 triliun.
Ia berbicara tak lama setelah perang dengan Iran melewati batas waktu dua bulan.
Namun Hegseth tidak mengatakan apakah angka tersebut mencakup kerusakan pada pangkalan militer AS di wilayah tersebut atau biaya untuk mengisi kembali persediaan senjata AS.
Media AS melaporkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk meminta tambahan dana sebesar $200 miliar dari Kongres untuk upaya perang, meskipun permintaan resmi belum diajukan.