TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Tana Toraja, Sulsel, menyikapi efisiensi anggaran dengan melakukan pembatasan penggunaan kendaraan dinas demi menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM).
Salah satunya dilakukan Dinas Perhubungan Tana Toraja.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Toraja, Eric Crystal Sa’pang Ranteallo, mengatakan pihaknya kini lebih selektif dalam menjalankan kegiatan lapangan, terutama yang menggunakan kendaraan dinas berbahan bakar non-subsidi.
Menurutnya, efisiensi anggaran dibarengi kenaikan harga BBM non-subsidi yang terjadi pada April ini cukup dirasakan oleh ASN, khususnya yang bertugas di sektor operasional seperti Dishub dan Satpol PP.
“Pergerakan kita lakukan yang benar-benar urgent, yang skala prioritas tetap kita utamakan. Jadi kita lihat mana yang penting untuk dilakukan,” ujarnya kepada Tribun Toraja, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, untuk menyiasati kondisi tersebut, pihaknya juga mulai memaksimalkan penggunaan kendaraan roda dua dalam menunjang aktivitas di lapangan.
“Di kantor juga ada beberapa kendaraan motor yang bisa digunakan. Ini sangat terasa bagi kami ASN, terutama di bagian operasional lapangan,” jelasnya.
Kebijakan pembatasan ini dilakukan sebagai langkah efisiensi anggaran sekaligus penyesuaian terhadap kenaikan harga BBM non-subsidi, yang berdampak langsung pada biaya operasional pemerintah daerah.
Meski demikian, Eric menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama, dengan memastikan kegiatan penting seperti pengawasan dan pemantauan tetap berjalan optimal.(*)