Jakarta (ANTARA) - Pemilik merek Sambal Bu Rudy Lanny Siswandi membagikan kiat pada para ibu rumah tangga agar cabai yang disimpan tidak cepat membusuk di rumah.
"Cabai itu sangat rentan rusak, begitu ada satu ulat dalam wadah, itu bisa jadi ulat semua," kata Lanny saat ditemui ANTARA di Jakarta, Kamis.
Lanny mengatakan ibu rumah tangga pada umumnya hanya membeli keperluan cabai sebanyak setengah sampai satu ons saja. Penggunaannya pun ditujukan untuk menambah cita rasa pedas maupun membuat sambal sebagai pelengkap hidangan.
Jumlah pembelian sedikit akan meminimalisasi risiko cabai menjadi cepat busuk.
Pada pembelian dalam jumlah yang banyak seperti usahanya yang bisa membeli 400 hingga 500 kilogram cabai, dia mengatakan cabai harus segera digunakan pada saat itu juga.
Cabai yang dibiarkan menumpuk dalam wadah, katanya, akan cepat dihinggapi oleh ulat dan merusak kualitas dari bahan tersebut.
"Jadi langsung buat, lebih bagus kalau sudah dimasak, daripada disimpan," ucap dia.
Selain menyesuaikan keperluan dengan masakan sehari-hari, Lanny juga menyarankan para ibu untuk menanam cabai sendiri dibandingkan membelinya. Cara ini dinilai efektif untuk memanen cabai secara bertahap, dan memiliki hasil panen yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Lanny turut mengatakan bahwa cabai yang biasanya identik dengan pembuatan sambal merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan pada dunia.
Lanny membeberkan salah satu siasatnya dalam mempromosikan sambal adalah dengan mempertahankan rasa.
"Rasa ya, saya selalu memikirkan rasa dan itu tidak berubah. Jadi, biarpun dibawa ke negara lain, kalau rasanya berubah, itu kan enggak enak," katanya.
Selain berusaha menjaga kualitas dan rasa, Sambal Bu Rudy bekerja sama dengan pengelola restoran untuk memperluas jangkauan pasar.
Hal lain yang Lanny sarankan yakni sambal akan lebih menarik bila dipadukan dengan ikan seperti borang dan kerapu. Bila ingin mencicipi kuliner asal Surabaya, Jawa Timur, dia memilih cumi hitam sebagai lauk favoritnya.




