Oktovianus Maniani Soroti Regenerasi Pesepakbola Papua, Minta Pembinaan Lebih Diperhatikan
Hasiolan Eko P Gultom April 30, 2026 11:57 PM

Oktovianus Maniani Soroti Regenerasi Pesepakbola Papua, Minta Pembinaan Lebih Diperhatikan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan pemain Timnas Indonesia, Oktovianus Maniani menyoroti menurunnya regenerasi pemain Papua dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pembinaan usia muda di Papua sudah tidak berjalan seperti dulu.

Okto menilai pada era dirinya bermain, regenerasi pemain Papua berjalan sangat baik.

Setelah satu generasi muncul, akan langsung lahir generasi berikutnya. Namun kondisi itu kini mulai terputus.

Baca juga: Klasemen Liga 2 Terbaru: Gol Boaz Jaga Asa Persipura Promosi, PSS Sleman Unggul 3 Poin

“Ya, sekarang pembinaannya tidak seperti zaman saya dulu. Dulu setelah satu generasi muncul, generasi berikutnya langsung ada. Sekarang itu terputus,” ujar Okto di Lapangan B GBK, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Eks pemain Sriwijaya FC itu menyebut minimnya pembinaan usia muda menjadi penyebab berkurangnya talenta-talenta Papua yang mampu menembus level tertinggi sepakbola Indonesia.

“Makanya sekarang pemain Papua memang minim. Karena pembinaan usia muda tidak berjalan dengan baik. Itu yang menurut saya harus dibenahi,” bebernya.

Menurut Okto, salah satu persoalan utama sepakbola Papua saat ini adalah minimnya kompetisi kelompok usia.

Padahal pada era 2005 silam, banyak turnamen usia dini hingga senior yang rutin digelar dan membantu membentuk karakter pemain.

“Masalah utamanya sekarang minim kompetisi. Dulu waktu era 2005, ketika Bapak Benhur Tomi Mano masih jadi wali kota, ada banyak kompetisi usia dini sampai level senior. Jadi pemain terbentuk dari bawah,” terang Okto.

Ia mengakui saat ini sekolah sepak bola (SSB) di Papua masih ada, tetapi jumlah turnamen dinilai sangat kurang sehingga regenerasi pemain berjalan lambat.

“Sekarang memang ada SSB, tapi turnamennya tidak banyak. Itu yang membuat regenerasi pemain Papua minim. Harus ada lagi pembinaan yang serius supaya muncul pemain-pemain seperti Boaz Solossa. Sekarang figur seperti itu belum ada penggantinya,” ungkap Okto.

Di akhir pernyataannya, Okto berharap kepengurusan sepakbola Indonesia ke depan bisa memberikan perhatian lebih besar terhadap perkembangan sepak bola Papua.

“Saya berharap dengan kepemimpinan baru nanti, siapa pun ketua umumnya, tolong lebih memperhatikan sepak bola Papua. Itu pesan saya,” harapnya.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.