Progres Baru 38 Persen, Sekolah Rakyat di Kota Baru Ditarget Rampung Juni 2026
Noval Andriansyah May 01, 2026 01:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Progres pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, saat ini baru mencapai sekitar 38 persen.

Angka itu masih jauh dari target rampung dalam waktu dekat.

Meski begitu, pemerintah daerah tetap optimistis proyek ini bisa selesai tepat waktu.

Pengejaran pembangunan terus dilakukan di lapangan.

Targetnya, sekolah ini sudah bisa dipakai saat tahun ajaran baru dimulai.

Baca juga: Beroperasi Juni, Pemprov Komitmen Siapkan Falitas Pendukung Sekolah Rakyat di Kota Baru

Hal itu disampaikan Sekretaris Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, usai meninjau langsung lokasi pada Rabu (29/4/2026).

Ia mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.

“Iya kemarin kita melakukan kunjungan untuk memastikan kesiapan pembangunan yang ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Juni 2026,” kata Marindo, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, pemerintah ingin semua berjalan sesuai jadwal.

“Kami berharap minggu ketiga Juni nanti pembangunan sudah selesai 100 persen dan sekolah ini bisa langsung digunakan,” lanjutnya.

Ia menegaskan, bukan hanya bangunan utama yang disiapkan.

Fasilitas pendukung seperti akses jalan, penerangan, hingga sarana lain juga ikut dikejar.

“Supaya saat digunakan nanti, semua sudah siap,” ujarnya.

Marindo menyebut, lokasi sekolah ini memang berada di kawasan pusat pendidikan Kota Baru.

Harapannya, keberadaan Sekolah Rakyat bisa mendorong kualitas pendidikan di Lampung.

Saat ini, progres pembangunan terus dikebut dari angka 38 persen tersebut.

“Kita optimistis target 20 Juni bisa tercapai,” tuturnya.

Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari program pembangunan 104 sekolah permanen di berbagai daerah yang digagas Prabowo Subianto.

Untuk pembangunannya, Pemprov Lampung menyiapkan lahan, sementara konstruksi dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Sekolah ini dibangun di atas lahan sekitar 9,5 hektare.

Nantinya, sekolah tersebut ditargetkan mampu menampung sekitar 1.080 siswa.

Total akan ada 36 ruang kelas dengan kapasitas masing-masing 30 siswa.

Selain itu, disiapkan juga fasilitas lain seperti gedung serbaguna, asrama, hingga sarana olahraga.

Fasilitas tersebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.