TRIBUNSTYLE.COM - Peta geopolitik Timur Tengah kian memanas di bawah kepemimpinan tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Dengan nada bicara yang tanpa kompromi, Mojtaba melontarkan peringatan keras yang ditujukan langsung kepada Washington, Amerika Serikat tidak lagi memiliki tempat di perairan Teluk.
Pernyataan ini bukan sekadar gertakan diplomatik. Teheran kini mengeklaim tengah menyiapkan skema manajemen baru untuk Selat Hormuz jalur nadi energi dunia yang mereka sebut akan menjadi kunci stabilitas dan kemakmuran kawasan tanpa campur tangan Barat.
Ketegangan ini mencuat justru saat meja perundingan damai antara Teheran dan Washington masih menemui jalan buntu. Padahal, kedua negara secara teknis berada dalam masa gencatan senjata yang dimulai sejak 7 April 2026 lalu.
Dalam pernyataan tertulis yang disiarkan oleh televisi pemerintah, sebagaimana dilansir dari The Times of Israel, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa kedaulatan Teluk harus murni berada di tangan negara-negara tetangga. Ia melukiskan masa depan kawasan sebagai wilayah yang bebas dari bayang-bayang militer asing.
“Dengan bantuan dan kekuatan Tuhan, masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa Amerika, yang melayani kemajuan, kenyamanan, dan keberhasilan rakyatnya,” tegasnya dalam pesan tersebut.
Mojtaba juga mengingatkan bahwa ikatan antara negara-negara di sekitar Teluk adalah takdir yang tidak bisa diintervensi oleh kekuatan luar. Ia bahkan memberikan sindiran tajam bagi kehadiran militer asing di sana.
“Kami dan para tetangga kami di seberang perairan Teluk Persia dan Teluk Oman memiliki takdir bersama. Orang asing yang datang dari ribuan kilometer dengan keserakahan dan niat jahat tidak memiliki tempat di sana kecuali di dasar perairannya,” kata Mojtaba.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Tak Kunjung Muncul di Publik, Diduga Alami Cedera hingga Negosiasi Iran-AS Rumit
Ambisi Iran tidak berhenti pada retorika pengusiran. Mengutip laporan Reuters, pasca pecahnya konflik dengan AS dan Israel pada 28 Februari silam, Iran kini mulai mengimplementasikan tata kelola baru di Selat Hormuz.
Teheran berdalih bahwa langkah ini diambil untuk melindungi jalur perairan strategis tersebut dari apa yang mereka sebut sebagai "penyalahgunaan musuh". Mojtaba meyakini bahwa kontrol ketat Iran akan membawa angin segar bagi ekonomi regional.
“Manajemen baru atas selat Hormuz akan membawa ketenangan, kemajuan, dan manfaat ekonomi bagi seluruh negara Teluk,” ujar putra dari Ali Khamenei tersebut.
Baca juga: Kabar Terkini Kondisi Mojtaba Khamenei, Alami Luka Bakar Hebat Area Bibir, Trump: Mereka Semua Kacau
Langkah berani Iran ini langsung memberikan efek kejut pada pasar global. Dunia kini mencemaskan lonjakan harga minyak mentah, mengingat posisi Selat Hormuz yang sangat vital bagi distribusi energi dunia. Ketegangan semakin diperparah dengan taktik blokade laut yang diduga dilakukan AS untuk menekan ekspor minyak Iran, yang kemudian dibalas dengan pengetatan kendali oleh Teheran.
Di sisi lain, di tengah tekanan dunia internasional, Mojtaba memastikan bahwa Iran tidak akan mundur selangkah pun terkait pengembangan teknologi militer dan nuklir mereka. Baginya, itu adalah harga mati yang menjadi identitas nasional bangsa.
“Sembilan puluh juta rakyat Iran yang bangga dan terhormat menganggap seluruh kapasitas berbasis identitas, spiritual, manusia, ilmiah, industri, dan teknologi Iran dari nanoteknologi dan bioteknologi hingga kemampuan nuklir dan misil sebagai aset nasional, dan akan melindunginya seperti mereka melindungi perairan, daratan, dan wilayah udara negara,” pungkasnya.
Kini, dunia hanya bisa menunggu apakah narasi "manajemen baru" ini akan membawa stabilitas yang dijanjikan, atau justru memicu gesekan lebih besar di jantung energi dunia.