4 Berita Populer Sumbar: Perjuangan Haji Penjual Baju Bukittinggi hingga Macet Sitinjau Lauik
Rezi Azwar May 01, 2026 10:02 AM

Kemudian cerita seorang pengendara yang terjebak kemacetan panjang di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang.

Selanjutnya, penangkapan seorang pria yang menyimpan ganja hampir 1 kilogram di Kota Payakumbuh. Dan, Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, meninjau langsung kawasan pusat kota Bukittinggi.

Baca selengkapnya:

1. Keteguhan Ramli Penjual Baju asal Bukittinggi Naik Haji 2026, 48 Tahun Sisihkan Uang Demi ke Mekkah

CJH BUKITTINGGI - Calon Jemaah Haji Kloter 7 asal Bukittinggi dan Kota Pariaman memasuki Asrama Haji, Kota Padang, Kamis (30/4/2026).
CJH BUKITTINGGI - Calon Jemaah Haji Kloter 7 asal Bukittinggi dan Kota Pariaman memasuki Asrama Haji, Kota Padang, Kamis (30/4/2026). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Langkah kaki Ramli (78) tampak hati-hati saat menyusuri pintu masuk aula di Asrama Haji Embarkasi Padang, Kamis (30/4/2026) siang.

Tangan kanannya menggenggam erat tas dokumen, sementara sesekali ia memperbaiki posisi peci hitamnya yang mulai miring.

Di tengah keriuhan ratusan calon jemaah haji Kloter 7, pria asal Bukittinggi ini duduk tenang, menunggu antrean memeriksa kesehatan.

Sesekali melihat kiri dan kanan menegur calon jemaah haji lainnya.

Bagi Ramli, keriuhan di asrama hari ini adalah perayaan sunyi atas kesetiaan yang ia rawat selama puluhan tahun.

Baca juga: Polisi Tangkap Pengedar Ganja di Payakumbuh, Petugas Temukan 1 Kg Ganja di Bengkel dan Lemari

Sejak tahun 1978, ia bersama istrinya menggantungkan hidup dari sebuah kios kecil yang menjajakan baju dan perlengkapan salat di Bukittinggi.

Dari balik tumpukan kain itulah, lembar demi lembar uang disisihkan untuk satu tujuan yang semula terasa mustahil menginjakkan kaki di tanah suci.

"Dulu berdagang itu rasanya berbeda, untungnya terasa jelas. Sekarang semua sudah serba online, pedagang sudah menjamur di mana-mana," ujar Ramli datar, mengenang masa-masa kejayaan pasar tradisional yang kini mulai tergerus zaman.

Meski persaingan dagang semakin ketat dan keuntungan tak lagi sebesar dulu, niat Ramli tak pernah surut. Ketekunannya menabung sejak pendaftaran resmi pada 2013 akhirnya membuahkan hasil.

Baginya, keberangkatan tahun ini bersama istrinya bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan pembuktian bahwa uang kecil yang dikumpulkan dengan konsistensi puluhan tahun sanggup mengantarkannya memenuhi panggilan Tuhan.

Baca juga: Pertamina Resmikan SPBU Nelayan di Aceh Selatan, Nelayan Kini Mudah Dapat BBM Satu Harga

Di sudut lain asrama, Hasna (75), yang juga berasal dari Bukittinggi, tampak berbagi cerita dengan sesama jemaah. Serupa dengan Ramli, Hasna adalah pedagang pakaian yang telah lama menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit.

Upaya mandirinya tersebut kemudian didorong oleh bantuan finansial dari anak-anaknya hingga kuota keberangkatan akhirnya berada di tangan.

"Uang kecil yang dikumpulkan bertahun-tahun, Alhamdulillah sekarang sudah terpanggil oleh Allah ke Mekkah," kata Hasna.

Baginya, kesehatan adalah modal utama yang ia mohonkan saat ini agar seluruh rangkaian ibadah di Arab Saudi dapat terlaksana hingga meraih predikat haji mabrur.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, M. Rifki, mencatat bahwa Embarkasi Padang pada musim haji 2026 dijadwalkan memberangkatkan total 5.402 calon jemaah haji.

Jumlah tersebut mencakup jemaah dari dua provinsi, dengan rincian 3.992 jemaah asal Sumatera Barat dan 1.354 jemaah asal Bengkulu.

Seluruhnya terbagi ke dalam 14 kelompok terbang yang akan diberangkatkan secara bertahap melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). (*)

2. Cerita Rian Tertahan 1,5 Jam di Sitinjau Lauik, Niat ke Solok Selatan Terhambat Truk di Kelok Banto

ARUS LALU LINTAS - Pengendara bernama Rian saat memberikan keterangan di Kelok Banto, Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (30/4/2026). Ia harus terjebak kemacetan selama 1,5 jam akibat truk rusak dan diberlakukan arus buka tutup.
ARUS LALU LINTAS - Pengendara bernama Rian saat memberikan keterangan di Kelok Banto, Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (30/4/2026). Ia harus terjebak kemacetan selama 1,5 jam akibat truk rusak dan diberlakukan arus buka tutup. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Perjalanan Rian menuju Solok Selatan berubah menjadi ujian kesabaran setelah truk rusak di Kelok Banto, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, melumpuhkan arus lalu lintas, Kamis (30/4/2026).

Pengendara minibus merah ini hanya bisa pasrah melihat antrean kendaraan yang mengular panjang di tanjakan ekstrem Sitinjau Lauik, Kota Padang.

Saat ditemui TribunPadang.com di Kelok Banto pada Kamis (30/4/2026) siang, Rian mengaku sudah tertahan selama 1 jam 30 menit di jalur Sitinjau Lauik.

Kata dia, kemacetan dari arah Padang ke Solok mulai terjadi di Panorama 2. Kemudian di Kelok Banto, terdapat truk rusak yang menjadi pemicu kemacetan.

"Karena truk rusak ini penyebabnya, saya sudah tertahan di sini sejak pukul 11.45, hingga 13:00 WIB lewat masih berada di Kelok Banto," kata dia saat memberikan keterangan di dalam minibus warna merah miliknya.

Baca juga: Pemkab Dharmasraya Targetkan PBB Rp 3,55 Miliar, Bupati Annisa Mulai Bagikan SPPT 2026

Ia menjelaskan, datang dari Padang dengan tujuan ke Solok Selatan, namun tak menyangka terjebak kemacetan cukup lama di Sitinjau Lauik.

Selain truk rusak dan diberlakukan arus buka tutup kata Rian, para pengendara yang tidak sabaran juga menjadi kendala arus lalu lintas normal kembali.

"Pengendara banyak yang tidak sabar, menyerobot antrean, jadinya kemacetan makin lama," pungkasnya.

Sementara itu, hampir pukul 13.30 WIB, akses dari Padang ke Solok dibuka, sehingga kendaraan milik Rian dapat melanjutkan perjalanan kembali.

Namun, hingga pukul 13.48 WIB, arus lalu lintas masih mengurai cukup panjang. Di Kelok Banto arus buka tutup masih berlangsung.

Petugas kepolisian masih terus bertugas di Kelok Banto, memastikan kendaraan dari kedua arah dapat melintasi kawasan Sitinjau Lauik.

Baca juga: Vakum Sejak Pandemi, TdS Dipastikan Kembali Digelar pada 2027 dengan Konsep Kental Nuansa Budaya

KEMACETAN SITINJAU LAUIK- Kemacetan yang terjadi di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (30/4/2026).
KEMACETAN SITINJAU LAUIK- Kemacetan yang terjadi di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (30/4/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Kendaraan Menumpuk

Kendaraan menumpuk di Kelok Banto, kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (30/4/2026).

Penyebab kendaraan menumpuk ini dikarenakan truk dan minibus rusak, sehingga menghambat badan jalan.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi sekira pukul 12:36 WIB, tampak truk muatan berwarna biru dengan terpal abu-abu rusak dan terparkir di badan jalan.

Truk itu tampak dari arah Solok menuju Padang, diduga menjadi penyebab kemacetan panjang sejak Kamis pagi.

Sebelumnya, truk rusak lainnya juga terjadi di Kelok Banto, hanya saja sudah berhasil dievakuasi oleh petugas.

Pihak kepolisian juga turun di lokasi, terlihat petugas memusatkan pengatyran arus lalu lintas di Kelok Banto.

Baca juga: Update Jalur Padang-Solok: Antrean Kendaraan Masih Mengular dari Panorama 2 ke Lubuk Selasih

Sebab, banyak kendaraan tertahan di sana, akibat truk rusak memakan badan jalan dan tikungan cukup tajam.

Arus lalu lintas juga diberlakukan buka tutup, secara bergantian pihak kepolisian memberi waktu beberapa menit untuk kendaraan dari arah Padang ke Solok.

Sementara untuk arah sebaliknya, juga diberlakukan hal serupa, kurang lebih sekitar beberapa menit.

Hingga pukul 13:18 WIB, kemacetan panjang masih berlangsung. Kendaraan dari arah Solon tampak menunggu antrian di Kelok Banto.

Saat ini kendaraan dari arah Padang ke Solok diprioritaskan untuk mendaki. Kendaraan juga tidak bisa kencang, karena ruang yang tersisa cukup sempit.

Baca juga: Evakuasi Truk Box di Sitinjau Lauik Masih Berlangsung, Polisi Minta Pengendara Bersabar

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sejak pukul 11:27 WIB, dari pintu masuk Sitinjau Lauik dari arah Padang menuju Solok hingga panorama 1, masih terpantau sepi dan lancar.

Namun memasuki Panorama 2, kendaraan dari arah Padang menuju Solok mulai mengantri cukup panjang.

Kemacetan panjang terjadi hingga Lubuk Selasih, Kabupaten Solok. Lokasi tepatnya, berada setelah timbangan dari arah Padang.

Meski begitu, di lokasi tampak sejumlah personel Satlantas Polresta Padang mengatur arus lalu lintas agar tidak menumpuk.

Memasuki Kelok Banto dari arah Padang ke Solok, kendaraan tampak tertahan. Bahkan truk dan minibus sudah membentuk dua hingga tiga barisan.

Sementara untuk kendaraan roda dua, dapat melewati kemacetan dengan mudah, sebab ukuran yang kecil dapat mencari celah kosong.

Baca juga: Cuaca Mentawai Kamis 30 April 2025: Siang Diguyur Hujan Ringan, Malam Berawan

Di Kelok Banto, terdapat dua kendaraan rusak, yakni satu minibus dari arah Padang ke Solok dan tertahan di sisi kanan jalan.

Sedangkan tepat di Kelok Banto, satu truk angkutan rusak dengan posisimenghadap ke arah Padang dari Solok.

Rusaknya kendaraan truk ini, diduga menjadi penyebab kemacetan yang terjadi hingga menumpuk sampai Kamis siang.

Mesmi begitu, sejumlah personel kepolisian terus melakukan upaya dalam mengatur lalu lintas.

Sampai pukul 12:48 WIB, kendaraan masih tertahan di Kelok Banto. Namun polisi mengatur arus lalu lintas dari arah Padang ke Solok untuk membuka ruang di bagian tengah.

Tujuannya, agar kendaraan dari arag Solok bisa melewati jalan, karena sudah menunggu terlalu lama. (*)

3. Polisi Tangkap Pengedar Ganja di Payakumbuh, Petugas Temukan 1 Kg Ganja di Bengkel dan Lemari

PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA - Tersangka berinisial GL (40) diamankan Satresnarkoba Polres Payakumbuh saat pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis ganja, Rabu (29/4/2026). Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti ganja dengan total berat mencapai 982,61 gram.
PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA - Tersangka berinisial GL (40) diamankan Satresnarkoba Polres Payakumbuh saat pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis ganja, Rabu (29/4/2026). Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti ganja dengan total berat mencapai 982,61 gram. (TribunPadang.com/ist)

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Payakumbuh menggagalkan peredaran gelap narkotika di wilayahnya. Seorang pria berinisial GL (40) diamankan karena diduga sebagai pengedar ganja dengan barang bukti hampir 1 kilogram.

Penangkapan dilakukan pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 18.50 WIB di sebuah bengkel yang berada di kawasan Kelurahan Koto Tangah, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar).

Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan, petugas menemukan tiga paket ganja seberat 22,61 gram yang disimpan di kantong celana tersangka.

Tidak berhenti di lokasi penangkapan, tim kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah tersangka.

Dari rumah tersangka, petugas menemukan tambahan barang bukti berupa satu paket ganja seberat 100 gram yang disembunyikan di bawah lemari, serta satu paket besar ganja yang dibungkus lakban dan plastik dengan berat mencapai 860 gram.

Baca juga: Pertamina Resmikan SPBU Nelayan di Aceh Selatan, Nelayan Kini Mudah Dapat BBM Satu Harga

Secara keseluruhan, total barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka mencapai 982,61 gram narkotika golongan I jenis ganja.

“Kami terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba. Penangkapan ini membuktikan bahwa kami tidak main-main dalam memberantas narkotika di wilayah hukum Payakumbuh,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Payakumbuh, AKP Gusmanto, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, jumlah barang bukti yang cukup besar mengindikasikan bahwa tersangka bukan sekadar pengguna, melainkan diduga kuat berperan sebagai pengedar.

“Kami mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif memberikan informasi jika mengetahui adanya indikasi peredaran atau penggunaan narkoba di lingkungannya. Bersama-sama kita bersihkan Payakumbuh dari jerat narkoba,” tegasnya.

Saat ini, tersangka telah diamankan dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, junto ketentuan KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (*)

4. Menteri Pariwisata Tinjau Persiapan 100 Tahun Jam Gadang, Widiyanti Putri Kagumi Sejarah Bukittinggi

MENTERI WISATA - Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, meninjau langsung kawasan pusat kota Bukittinggi didampingi Wali Kota Ramlan Nurmatias dan Anggota DPD RI Irman Gusman pada Rabu (29/4/2026).
MENTERI WISATA - Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, meninjau langsung kawasan pusat kota Bukittinggi didampingi Wali Kota Ramlan Nurmatias dan Anggota DPD RI Irman Gusman pada Rabu (29/4/2026). (TribunPadang.com/Pemko Bukittinggi)

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, meninjau langsung kawasan pusat kota Bukittinggi didampingi Wali Kota Ramlan Nurmatias dan Anggota DPD RI Irman Gusman pada Rabu (29/4/2026).

Kunjungan kerja Menteri Pariwisata ini bertujuan menyerap aspirasi daerah terkait pengembangan infrastruktur, investasi, serta promosi destinasi unggulan di Sumatra Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Pariwisata menyerap aspirasi daerah untuk pengembangan destinasi, mencakup investasi, infrastruktur, promosi serta penyelenggaraan event. Pemerintah pusat juga mendorong penyusunan travel pattern dan paket wisata yang dapat dipasarkan hingga ke expo internasional.

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan, kekagumannya terhadap nilai sejarah dan keunikan Jam Gadang yang telah melalui masa Belanda dan Jepang hingga pasca kemerdekaan dengan ornamen Rumah Gadang atau atap gonjong nya.

Tahun ini, Jam Gadang juga genap berusia 100 tahun, memperkuat posisinya sebagai ikon bersejarah.

Baca juga: Penasihat Hukum Pikir-pikir, Pengedar Sabu 47 Kg di Padang Lolos Hukum Mati dan Divonis Seumur Hidup

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menyampaikan, Bukittinggi dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah.

Kota ini memiliki rekam jejak sebagai pusat pemerintahan pada berbagai masa, mulai dari era kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga masa PDRI.

Dengan kekayaan tokoh dan bukti sejarah yang ada, diperlukan penguatan dokumentasi dan pencatatan agar Bukittinggi semakin dikenal sebagai kota pejuang.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, kehadiran Menteri Pariwisata di Kota Bukittinggi menjadi momentum penting dalam persiapan peringatan 100 tahun Jam Gadang.

Kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Menteri Pariwisata ke Sumatra Barat dan dimanfaatkan untuk melihat langsung potensi pariwisata serta kesiapan daerah dalam menyambut event 100 tahun Jam Gadang.

“Alhamdulillah kunjungan ini langsung ke Bukittinggi. Momentum ini kita manfaatkan untuk mempersiapkan 100 tahun Jam Gadang dan beliau mendukung penuh kegiatan ini, termasuk rencana seminar internasional dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.