Mobil Kepala Dinas Tabrak Siswa SD yang Sedang Jajan di Pandeglang, Korban 9 Orang
Ardhi Sanjaya May 01, 2026 10:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mursidi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Banten, menabrak murid SDN Sukaratu 5 di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majsari, Kamis (30/4/2026).

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya AMD Lintas Timur tepatnya di depan sekolah SDN Sukaratu 5 pada pukul 09.00 WIB pagi. 

Kecelakaan tersebut menyebabkan sembilan orang menjadi korban, terdiri dari tujuh siswa, satu orang sales, dan satu pedagang.

Satu orang siswa kelas 4 SD berjenis kelamin laki-laki dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian.

Dalam sebuah video, Mursidi mengemudikan Kijang Innova Nomor Polisi A 1633 BF. 

Seorang guru, Rika Novianti mengungkapkan, bahwa pada saat kejadian para siswa berburu jajan di waktu jam istirahat di halaman sekolah. 

Namun secara tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh Kepala DPMPTSP tersebut langsung menghantam para siswa yang tengah jajan. 

"Posisi lagi beli jajan, nah mobil itu datang menggeruduk siswa, seles dan pedagang yang ada di depan. Ada yang kebawa, ada yang masuk kolong, ada juga yang masuk solokan," tambahnya. 

"Pas kita denger benturan mobil kenceng guru-guru langsung berlarian ke depan, bahkan ada guru yang gotong siswa," sambungnya. 

Usai kejadian, para korban langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang. 

"Semuanya di bawa ke RSUD Berkah Pandeglang. Tadi juga Bupati sudah jenguk ke sini," katanya.

Ia mengaku, bahwa para guru sering menegur para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di depan halaman sekolah. 

"Sering kita tegur, bukan hanya satu dua kali. Tapi mereka tetap jualan di situ," ujarnya. 

"Kalau pelaku katanya lagi dibawa sama Polres," tambahnya. 

Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia menyebutkan korban lainnya dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan perawatan.

“Ahmad Mursidi menabrak kerumunan anak-anak di depan sekolah. Satu orang meninggal dunia, sementara yang lainnya dirawat di rumah sakit,” ujarnya saat ditemui di Polres Pandeglang.

Ia menjelaskan, pengemudi kendaraan merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pandeglang. Namun, terkait jabatan yang bersangkutan masih dalam pendalaman.

“Jabatannya ASN dan masih kita dalami,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pengemudi saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang.

“Pengemudi masih kami mintai keterangan. Dari hasil olah TKP, kasus ini masih dalam tahap penyidikan, termasuk pengumpulan saksi-saksi dan alat bukti lainnya,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pengemudi dalam kondisi sakit, pihak kepolisian belum dapat memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

“Untuk observasi awal mungkin sakit, tetapi untuk kepastiannya akan dibuktikan secara medis sebelum kami menyimpulkan,” ucapnya.

Saiful Bahri (37), orangtua korban meminta agar pelaku diproses secara hukum.

"Harus ditegakan hukum itu mah, harus diproses," katanya saat ditemui di RSUD Berkah Pandeglang, Kamis.

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menjenguk para korban di RSUD Berkah Pandeglang, Kamis (30/4/2026).

Dalam kunjungannya, Raden Dewi Setiani bertemu langsung dengan orang tua korban serta menyapa para korban yang tengah menjalani perawatan.

Dewi memberikan dukungan moril sekaligus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.

Ia juga menjamin seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Sehat-sehat ya, semuanya kita bantu gratis, nanti saya yang urus,” ujar Dewi kepada keluarga korban.

Dewi mengaku telah menginstruksikan RSUD Berkah Pandeglang untuk memberikan pelayanan maksimal tanpa terkecuali.

Menurutnya, pemerintah daerah akan memastikan seluruh proses perawatan berjalan optimal hingga para korban pulih.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.