Santriwati Tewas Hanyut di Sungai Serayu Wonosobo, Ditemukan Meninggal Sejauh 2 Km dari Lokasi Awal
muslimah May 01, 2026 10:11 AM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Seorang santriwati dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus Sungai Serayu di wilayah Kelurahan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Kamis (30/4/2026) sore.

Kejadian bermula sekitar pukul 17.38 WIB saat warga melaporkan adanya kondisi membahayakan manusia (KMM) melalui grup relawan.

Korban diduga jatuh ke aliran Sungai Serayu di area Jembatan Bondalem.

Saat kejadian, debit air sungai meningkat dan arus cukup deras akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Baca juga: Kronologi Adik Tusuk Kakak Kandung di Semarang, Ayah Berduka Kehilangan 2 Anak Sekaligus

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo segera berkoordinasi dengan berbagai unsur, termasuk pihak kecamatan, TNI, Polri, serta relawan.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno mengatakan, berdasarkan hasil identifikasi awal, korban diketahui berinisial C, seorang perempuan asal Temanggung.

"Korban merupakan santriwati di salah satu pondok di Kalibeber Wonosobo," ucapnya,  Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan, proses pencarian dilakukan dengan penyisiran yang dibagi menjadi lima titik.

"Sekitar pukul 18.51 WIB, korban sempat ditemukan dalam radius sekitar 1 kilometer dari titik awal," sebutnya.

Namun, derasnya arus sungai membuat korban kembali terbawa aliran air sehingga menyulitkan evakuasi.

Tim kemudian melanjutkan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan kembali pada pukul 20.24 WIB.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 2 kilometer dari lokasi awal kejadian," lanjutnya.

Hasil pemeriksaan medis dari RSUD Wonosobo bersama tim identifikasi Polres Wonosobo menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sebelum kejadian.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (ima)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.