Bupati Takalar Daeng Manye Lepas 72 Jemaah Haji, Titip Pesan Jaga Kesehatan dan Kekompakan
Ari Maryadi May 01, 2026 11:22 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Takalar tahun 1447 Hijriah/2026 M di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jumat (1/5/2026).

Sejak subuh, para calon jemaah haji sudah mulai berdatangan di lokasi pelepasan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman No 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi pelepasan yang dihadiri keluarga jemaah, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, tampak mengenakan kemeja lengan pendek berwarna putih dipadukan dengan kopiah hitam saat memimpin prosesi tersebut.

Ia didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar, Solihin.

Dalam kesempatan tersebut, Firdaus Daeng Manye menyampaikan pesan mendalam kepada para jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci.

“Perjalanan haji ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin,” ujar Firdaus dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Saya berpesan kepada seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, serta saling membantu satu sama lain selama berada di Tanah Suci,” tambahnya.

Firdaus berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

“Kami semua mendoakan agar seluruh jemaah haji asal Takalar diberikan kemudahan, kelancaran dalam beribadah, dan kembali dengan predikat haji yang mabrur,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Takalar tahun ini melepas sebanyak 72 jemaah haji yang tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter).

Mereka terbagi dalam Kloter 16, 33, 42, dan 43 bersama jemaah dari kabupaten lain seperti Gowa dan Maros.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 jemaah hadir langsung dalam prosesi pelepasan bersama keluarga mereka.

Tangis haru pun pecah saat para keluarga mengantar keberangkatan anggota keluarganya menuju Tanah Suci.

Momen ini menjadi salah satu peristiwa sakral yang dinantikan setiap tahun oleh umat Muslim di Kabupaten Takalar.

Di antara para jemaah, terdapat kisah mengharukan dari seorang peserta termuda bernama Anggi (13), warga Dusun Soreang Baru, Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara.

Anggi berangkat menunaikan ibadah haji menggantikan almarhum ibunya yang sebelumnya telah mendaftar.

Dengan suara bergetar, Anggi mengungkapkan perasaannya saat ditemui sebelum keberangkatan.

“Kami berangkat menggantikan ibu tercinta, karena ibu sudah mendaftar pada tahun sebelumnya. Tapi karena kehendak Allah, ibu telah meninggal dunia, jadi kami yang menggantikannya,” ujar Anggi.

Kisah tersebut menyentuh hati banyak pihak yang hadir dalam prosesi pelepasan.

Ayah Anggi, Darwis Daeng Tale, turut menyampaikan rasa syukur sekaligus kesedihan yang mendalam.

“Kami sangat bersyukur dan senang karena anak kami, Anggi, bisa menggantikan ibunya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini,” ucap Darwis dengan suara lirih.

Ia mengaku bangga atas kesempatan yang diberikan kepada keluarganya, meskipun harus melalui duka kehilangan.

Menurutnya, keberangkatan Anggi menjadi bentuk pengabdian dan bakti kepada almarhum ibunya.

Sementara itu, Bupati Takalar juga mengapresiasi semangat para jemaah, termasuk Anggi yang menjadi simbol keteguhan iman.

“Kisah seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kekuatan iman dalam menjalankan perintah Allah,” ujar Daeng Manye.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan maksimal kepada seluruh jemaah haji asal Takalar.

“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan nanti,” tegasnya
.
Pelepasan jemaah haji ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Takalar.

Selain sebagai perjalanan ibadah, keberangkatan ini juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, pengorbanan, dan keimanan yang kuat.

Prosesi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

Para jemaah kemudian bersiap diberangkatkan menuju embarkasi sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Harapan besar pun mengiringi langkah mereka, agar kembali ke tanah air dengan selamat dan menyandang gelar haji yang mabrur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.