Koalisi Gerakan Rakyat Rayakan Hari Buruh 2026 dengan Festival di Makassar
Ari Maryadi May 01, 2026 11:22 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Makassar tahun ini dirayakan dengan suasana berbeda.

Beberapa organisasi buruh dan pekerja memilih menggelar festival bertema May Day Fest. 

Konsep festival dilakukan sebagai bentuk perayaan yang lebih damai, kreatif, dan membangun kebersamaan.

Festival diinisiasi Koalisi Gerakan Rakyat, kumpulan beberapa organisasi pekerja dan buruh di Sulawesi Selatan. 

Agenda berpusat di Lapangan Karebosi, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Ujung Pandang, Jumat (1/5/2026). 

Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto menyampaikan,  kalangan buruh ingin mengurangi aksi-aksi sporadis di lapangan. 

Peringatan May Day diharap mengedepankan perayaan yang lebih tertib serta konstruktif.

“Mari kita laksanakan May Day dengan cara-cara yang lebih elegan,” ujarnya.

Katanya, persoalan buruh bukan hanya urusan pekerja semata. 

Tetapi menyangkut banyak pihak yang terlibat dalam pengambilan kebijakan sektor ketenagakerjaan.

"Dalam satu hal garis besarnya itu adalah bagaimana kegiatan May Day 2026 ini itu di Sulawesi Selatan kami bisa mengurangi titik-titik api,' Sambungnya.

Sejak pagi hari, kalangan buruh berbondong-bondong memadati lokasi kegiatan.

Mereka datang membawa atribut serikat pekerja, spanduk, serta semangat kebersamaan dalam merayakan momentum tahunan tersebut.

Kegiatan pertama dimulai pukul 06.00 Wita dengan agenda Fun Walk atau jalan santai. 

Setelah itu, sekira pukul 08.30 Wita digelar Great Gathering atau Rapat Akbar Buruh. 

Forum tersebut disebut menjadi ruang penyampaian sikap terhadap isu-isu ketenagakerjaan.

Dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, Wali Kota Makassar Munafri Arifidddin, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sulsel Jayadi Nas, Sekda Makassar Andi Zulkifli Nanda, berberapa pejabat Pemkot dan Organisasi buruh


Selain itu, panitia juga menyiapkan Bazar UMKM. 

Kegiatan ini dikhususkan bagi pedagang kaki lima agar dapat berjualan selama perayaan berlangsung.

"Bazar UMKM ini kami laksanakan memang khusus untuk pedagang-pedagang kaki lima," ucapnya.

Memasuki siang hari, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan Panggung Rakyat.

Sejumlah pertunjukan seni rakyat akan ditampilkan oleh masyarakat.

"Ada di situ nanti ditampilkan kesenian-kesenian rakyat," jelasnya.

Empat konfederasi besar yang telah menyatakan bergabung yakni KPBI, SGBN, KSBSI, dan KSPI. 

Selain itu, sejumlah federasi buruh lain juga disebut akan ikut serta.

Secara keseluruhan, panitia mencatat sekitar 43 organisasi akan ambil bagian dalam peringatan May Day 2026 di Makassar.

Dalam momentum tersebut, koalisi juga membawa sejumlah tuntutan. 

Di antaranya mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Tenaga Kerja, menolak upah murah, serta menolak sistem outsourcing.

Mereka juga mendorong reforma agraria sejati, sertifikasi tanah rakyat miskin, penanganan PHK massal, serta penguatan industrialisasi nasional.

Tak hanya isu domestik, koalisi turut menyoroti pentingnya peran aktif pemerintah dalam mendorong perdamaian dunia. 

Menurut mereka, konflik global juga berdampak terhadap kehidupan buruh dan rakyat kecil. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.