SURYA.CO.ID, SSURABAYA – Perjalanan sosial ke Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi pengalaman yang membekas bagi Founder Mom Uung, Uung Victoria Finky.
Melalui kegiatan #BersamaMomUung, ia melihat langsung bagaimana banyak ibu di daerah kepulauan masih menghadapi keterbatasan akses edukasi dan layanan kesehatan, khususnya terkait menyusui dan nutrisi anak.
Bagi Uung, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda sosial, tetapi juga pengalaman yang membuka pemahaman baru tentang pentingnya kehadiran dan pendampingan bagi para ibu.
Baca juga: Mom Uung dan Dokter Tiwi Bedah Buku Sang Bayi : Siapkan ASI Sebelum Kembali Bekerja
“Kangean mengajarkan saya bahwa yang paling dibutuhkan ibu itu bukan hanya produk. Mereka butuh didengar, ditemani, dan mendapatkan pendampingan yang benar-benar nyata,” ujar ibu tiga anak ini kepada SURYA.co.id, Jumat (1/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Mom Uung bersama tim dokter, bidan, dan konselor laktasi turun langsung memberikan edukasi mengenai ASI eksklusif, MPASI, stunting, hingga teknik menyusui dan penggunaan pompa ASI.
Di lapangan, Uung menemukan masih banyak ibu yang mempercayai praktik pemberian air tajin atau makanan tambahan kepada bayi di bawah enam bulan.
Kondisi tersebut terjadi karena minimnya akses informasi kesehatan dan kuatnya kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Ia juga melihat banyak ibu yang sebenarnya memiliki semangat besar untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya, tetapi belum mendapatkan akses edukasi yang memadai.
“Semua ibu pasti ingin anaknya sehat. Tapi kadang mereka belum tahu langkah yang tepat karena memang akses informasinya terbatas. Dari situ saya merasa penting sekali untuk hadir langsung dan mendampingi mereka,” katanya.
Kegiatan di Pulau Kangean turut menghadirkan posko kesehatan yang melayani skrining ibu dan anak.
Tim medis menemukan cukup banyak anak mengalami stunting akibat pola nutrisi yang belum sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang.
Melalui pemeriksaan tersebut, para ibu tidak hanya mendapat informasi mengenai kondisi anak, tetapi juga arahan terkait perbaikan pola makan, jadwal makan, hingga proses menyusui yang benar.
Menurut Uung, pengalaman berinteraksi langsung dengan para ibu di Kangean menjadi pengingat, proses menjadi ibu merupakan perjalanan belajar yang panjang dan tidak mudah.
Karena itu, ia ingin Mom Uung tidak hanya dikenal sebagai brand perlengkapan menyusui, tetapi juga sebagai ruang dukungan bagi para ibu.
“Menjadi ibu itu proses belajar seumur hidup. Jadi kami ingin Mom Uung hadir bukan cuma lewat produk, tapi juga lewat edukasi dan pendampingan supaya ibu merasa tidak sendirian,” ujarnya.
Melalui gerakan #BersamaMomUung, Uung berharap semakin banyak ibu di daerah yang memiliki keterbatasan akses kesehatan bisa mendapatkan dukungan yang lebih baik, sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan lebih optimal sejak dini.